KALTIMPOST.ID-Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud memastikan segala tuntutan masyarakat bakal dituntaskan. Yang telah disampaikan dalam aksi Senin (1/9) lalu.
Rahmad mengatakan, aspirasi yang disampaikan adalah permasalahan yang memang tengah diupayakan solusinya.
Di antaranya soal kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), banjir hingga kelangkaan gas elpiji.
Mengacu itu, ditegaskan Rahmad, bakal polemik tersebut bakal diupayakan untuk tuntas.
“Saya sebagai putra daerah yang lahir dan besar di Balikpapan, punya tanggung jawab moral dengan jabatan yang saya raih ini. Yang merupakan amanah yang harus dijalankan karena saya dipilih dari rakyat dan saya sepenuhnya berbuat untuk kepentingan masyarakat khususnya masyarakat,” jelasnya.
Meski diakuinya, pengerjaan itu tidak bisa langsung tuntas. Yang mana memerlukan waktu tidak sedikit, untuk tuntas sepenuhnya.
Di sisi lain, ia mengklaim bahwa Balikpapan juga terus berkembang tidak hanya dari segi infrastruktur, tetapi pendapatan asli daerah (PAD) juga mengalami peningkatan.
Di mana, kata Rahmad, pada tahun 2016 realisasi PAD hanya berkisar Rp 500 miliar. Kemudian, tiga tahun berikutnya, naik menjadi Rp 700 miliar.
“Nah setelah saya menjabat, alhamdulillah dari Rp 800 miliar, tahun lalu menjadi Rp 1 triliun. Karena raihan inilah, kita tidak terlalu tergantung terhadap dana dari pusat. Ini kan berkah sebenarnya,” tambahnya.
Apalagi, sambungnya, Balikpapan bukan daerah yang kaya. Tidak punya tambang, minyak, sawit tetapi bisa menjadi salah satu daerah dengan PAD tertinggi di Kaltim.
Hal itu, sambungnya, berkat inisiatif dan inovasi dari kerja sama pihak yang ada di semua dinas, sehingga mampu menaikkan PAD, untuk dipakai pembangunan di daerah.
Termasuk program BPJS gratis, hingga sekolah gratis yang tak hanya melibatkan sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta.
“Ini semua kami salurkan untuk rakyat, karena itu bentuk komitmen kami terhadap masyarakat. Wujud kepedulian terhadap masyarakat kami,” tutupnya. (rd)
OKTAVIA MEGARIA
Editor : Romdani.