KALTIMPOST.ID, Julukan “Kota Minyak” untuk Kota Balikpapan yang telah banyak dikenal masyarakat luas, tentu bukanlah tanpa alasan. Punya sejarah panjang.
Sebutan yang telah melekat lebih dari satu abad ini dimulai dari penemuan Sumur Mathilda pada tahun 1897, sumur minyak pertama yang menjadi cikal bakal industri migas di kota ini.
Dari penemuan inilah kemudian lahir sebuah infrastruktur energi vital di pesisirnya: Kilang Pertamina Balikpapan.
Kini, kilang bersejarah tersebut tidak hanya menjadi ikon kota, tapi juga sedang bertransformasi melalui proyek raksasa untuk menjadi kilang minyak terbesar di Indonesia.
Yuk, kita kupas fakta-fakta menarik di balik tulang punggung energi nasional ini!
Kapasitas Produksi Raksasa Berkat Proyek RDMP
Kilang Balikpapan saat ini sedang dalam tahap akhir proyek pengembangan masif bernama Refinery Development Master Plan (RDMP). Proyek ini secara dramatis meningkatkan kapasitas produksinya:
- Kapasitas lama: 260.000 barel per hari
- Kapasitas baru (setelah RDMP): 360.000 barel per hari
Peningkatan kapasitas ini yang akan mengubah peta kilang minyak di Indonesia.
Sebelumnya, kilang terbesar adalah Kilang Cilacap dengan kilang di Balikpapan berada di posisi kedua.
Namun, dengan kapasitas baru ini, Kilang Balikpapan akan melampaui Cilacap dan resmi menjadi yang terbesar di Indonesia.
Dampak Besar untuk Kota dan Negara
Kilang ini bukan cuma besar secara fisik, tapi juga punya dampak yang luas di banyak sisi:
Ekonomi: Menyerap ribuan tenaga kerja, mendorong pertumbuhan UMKM, logistik, hingga properti, serta berkontribusi besar pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Energi Nasional: Memastikan pasokan BBM untuk Indonesia Timur tetap stabil, mengurangi ketergantungan pada impor BBM, dan akan menghasilkan produk berstandar emisi Euro V yang lebih ramah lingkungan.
Sosial dan Lingkungan: Aktif dalam program CSR (pendidikan, kesehatan, kampung iklim) dan menerapkan teknologi baru untuk meminimalkan limbah dan emisi.
Fakta-Fakta Menarik
Proyek RDMP Balikpapan adalah salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) kebanggaan Indonesia.
Pada tahun 2025, kilang ini akan menghasilkan BBM yang kualitasnya setara dengan negara-negara maju.
PT Kilang Pertamina Balikpapan juga mencetak Rekor MURI pada awal tahun 2025 dengan melibatkan 1.640 pekerja dalam aksi bersih-bersih di ketinggian 120 meter.
Sejak berdiri, kilang ini berkontribusi besar dalam membentuk wajah Balikpapan sebagai kota industri modern.
Jadi, saat kamu melintas atau singgah di Balikpapan, ingatlah bahwa di kota ini berdiri calon kilang minyak terbesar di Indonesia.
Sebuah infrastruktur energi yang menopang jutaan liter BBM setiap hari, menggerakkan perekonomian, dan terus beradaptasi menuju masa depan energi yang lebih bersih.
Balikpapan bukan hanya kota transit. Ia adalah salah satu tulang punggung energi nasional. ***
Editor : Dwi Puspitarini