KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Berdasarkan data Januari hingga Mei 2025, terdapat 460 kasus kekerasan di Kaltim. Itu dengan total korban 495 korban. Sebab satu kasus bisa terdiri dari beberapa korban.
Terbanyak korban adalah perempuan usia anak dan dewasa. Tepatnya korban usia anak sebanyak 328 orang. Terdiri dari korban kategori anak perempuan 268 orang atau 54,1 persen.
Sedangkan korban usia anak laki-laki sebanyak 60 orang atau 12,1 persen. Sementara korban usia dewasa sebanyak 167 orang. Terdiri dari dewasa perempuan 165 orang atau 33,3 persen dan dewasa laki-laki 2 orang atau 0,4 persen.
Berdasarkan tempat kejadian sebagian besar kasus kekerasan terjadi di rumah tangga yaitu 316 kasus atau 63,8 persen. Kategori lainnya 102 kasus atau 20,6 persen.
Lalu kekerasan juga terjadi di fasilitas umum 37 kasus atau 7,5 persen, sekolah 33 kasus atau 6,7 persen, dan tempat kerja 7 kasus atau 1,4 persen. Sementara pendidikan kilat 0 kasus.
Jika dirincikan berdasarkan kelompok umur, korban kekerasan paling banyak berada di usia 13-17 tahun sebanyak 180 orang. Selanjutnya korban usia 6-12 tahun sebanyak 120 orang dan korban usia 25-44 tahun 97 orang.
Sisanya korban usia 18-24 tahun 47 orang, korban usia 0-5 tahun sebanyak 28 orang, dan korban usia 45-59 tahun sebanyak 23 orang. Sedangkan untuk usia 60 tahun keatas 0 korban.
Namun jenis kekerasan yang dialami korban dari kategori anak dan dewasa memiliki perbedaan. Bentuk kekerasan pada anak paling banyak korban kekerasan seksual dengan 187 orang.
Sedangkan pada kategori dewasa paling banyak mengalami kekerasan fisik sebanyak 89 orang. Satu korban bisa mengalami lebih dari satu bentuk kekerasan. Total korban tidak sama dengan total korban dari bentuk kekerasan.
Berdasarkan dari latar belakang pendidikan, jumlah korban terbanyak memiliki pendidikan SLTA 142 orang atau 28,7 persen. Disusul pendidikan SD sebanyak 130 orang atau 26,3 persen.
Lalu pendidikan SLTP 124 orang atau 25,1 persen dan perguruan tinggi 39 orang atau 7,9 persen. Sisanya tidak atau belum pernah sekolah 28 orang atau 5,7 persen, dan lainnya. (*)
Editor : Duito Susanto