Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

PPATBM Gunung Sari Ulu Galakkan Program Zero Anak Tidak Sekolah

Supriyono Lupus • Kamis, 18 September 2025 | 16:40 WIB

 

Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Balikpapan Umar Adi (duduk-batik biru) bersama SKB Balikpapan Tengah dan PPATBM Kelurahan Gunung Sari Ulu yang berupaya mewujudkan salah satu
Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Balikpapan Umar Adi (duduk-batik biru) bersama SKB Balikpapan Tengah dan PPATBM Kelurahan Gunung Sari Ulu yang berupaya mewujudkan salah satu
 

BALIKPAPAN – Forum Perlindungan Perempuan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PPATBM) Kelurahan Gunung Sari Ulu (GSU) tengah mengupayakan salah satu program unggulannya, yakni Zero ATS (Anak Tidak Sekolah). Program ini menjadi langkah nyata dalam mendukung hak anak atas pendidikan serta menekan angka anak tidak sekolah di lingkungan masyarakat.

Ketua PPATBM Gunung Sari Ulu, Sumiati menjelaskan, setiap tahun pihaknya melakukan pendataan profil anak di wilayahnya. Dari hasil pendataan terbaru, terdeteksi ada 10 anak yang tidak bersekolah, namun delapan di antaranya berkomitmen untuk melanjutkan pendidikan.

“Kami menawarkan kesempatan bersekolah dengan nyaman. Yakni bekerjasama dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kecamatan Balikpapan Tengah dengan menghadirkan langsung para guru pengajarnya serta kolaborasi bersama DP3AKB Balikpapan,” ungkapnya.

Delapan anak tersebut kini mengikuti kegiatan belajar di Kampung Pustaka (Kampus) yang berlokasi di Jalan Gunung Rejo, Kelurahan Gunung Sari Ulu. Tempat ini difungsikan sebagai wadah edukasi masyarakat. Program sudah berjalan selama sebulan.

“Saat ini fokus masih pada anak-anak yang ingin kembali ke sekolah, dengan harapan akan ada program pelatihan di masa depan. Semoga mereka tetap semangat belajar,” tambah Sumiati.

Sementara itu, Kepala SKB Balikpapan Tengah, Teguh Akbar, menjelaskan sistem pembelajaran yang diterapkan adalah model hybrid, yaitu perpaduan tatap muka dan belajar mandiri.

“Kami hadir hanya tiga hari, Selasa sampai Kamis. Paket A setara SD belajar di hari Selasa dan Kamis, kemudian SMP di hari Rabu dan Kamis. Pembelajaran ini diharapkan mampu membantu anak-anak kembali beradaptasi dengan dunia sekolah,” jelasnya.

Teguh optimis program ini bisa menurunkan angka anak tidak sekolah di Balikpapan. Menurutnya, kolaborasi yang solid antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga pendidikan akan menghasilkan dampak positif bagi anak-anak.

Di sisi lain, Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Balikpapan, Umar Adi, menegaskan bahwa program Zero ATS merupakan salah satu inovasi unggulan PPATBM di kota ini. Ia menyebutkan bahwa setiap kelurahan memiliki fokus berbeda dalam mendukung tumbuh kembang anak.

“Seperti PPATBM Kelurahan Baru Ulu dengan inovasi pencegahan dan penanganan kasus hukum, PPATBM Kelurahan Manggar dengan Ruang Bermain Indonesia yang jadi wadah anak bermain dengan nyaman disetiap lorong perumahan. PPATBM GSU dengan Zero ATS, serta PPATBM Klandasan Ulu dengan program Calistung di Taman Bekapai,” jelasnya di sela-sela kegiatan penjangkauan di Kampung Pustaka.

Menurut Umar, semua program tersebut memiliki tujuan yang sama yakni memberikan dukungan dan perlindungan menyeluruh bagi anak-anak di Balikpapan. “Yang kami lakukan ini agar capaian tentang kebutuhan atau hak anak bisa tercapai, sehingga dari perencanaan hingga monitoring dapat diukur dengan baik,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#Zero ATS #Gunung Sari Ulu #Balikpapan Tengah #Sumiati