KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Berlokasi satu kompleks dengan KNPI di Jalan Manuntung, Puskesmas Sepinggan Baru kini sedang dibangun dengan progres 29 persen. Nilai kontrak Rp 9,9 miliar berasal dari APBD 2025.
Kontraktor pelaksana CV Lasari Jaya harus menyelesaikan pembangunan selama 160 hari kalender. Tepatnya deadline pekerjaan berakhir pada 23 Desember 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Alwiati mengatakan, Puskesmas Sepinggan Baru menjadi prototipe untuk puskesmas terintegrasi layanan primer sesuai standar Kementerian Kesehatan. Bangunan terdiri dari beberapa klaster.
Mulai klaster satu untuk management, klaster dua untuk kesehatan ibu dan anak, klaster tiga untuk penyakit menular. “Jadi itu semua terintegrasi di dalam satu pelayanan,” ucapnya kepada awak media, Selasa (23/9).
Menurutnya pembangunan puskesmas berdasarkan kebutuhan untuk siklus hidup. Beberapa puskesmas yang baru mendapat renovasi juga sudah menyesuaikan dengan standar tersebut.
Termasuk ada hospital disaster plan atau rencana penanggulangan bencana di rumah sakit. “Seperti Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas Gunung Bahagia sudah menyesuaikan standar itu,” imbuhnya.
Ini kali pertama untuk pembangunan Puskesmas Sepinggan Baru. Sejak Pemkot Balikpapan melakukan pemekaran wilayah dan membentuk Kelurahan Sepinggan Baru pada 2012.
Lebih dari satu dekade, warga Puskesmas Sepinggan Baru belum memiliki fasilitas kesehatan sendiri. Mereka selama ini tergabung dalam pelayanan Puskesmas Sepinggan.
Walhasil Puskesmas Sepinggan terpaksa harus melayani warga di tiga kelurahan sekaligus. Di antaranya Kelurahan Sepinggan, Sepinggan Baru, dan Sepinggan Raya.
“Sementara Sepinggan Baru paling banyak warganya. Makanya kita bangun di sini,” tuturnya. Dia berharap, setiap kelurahan bisa memiliki satu puskesmas untuk ideal melayani warga Kota Beriman. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo