BALIKPAPAN - Komitmen mewujudkan lingkungan yang bersih dan asri membawa kawasan Perumahan Papan Lestari Kelurahan Sepinggan, yang juga dijuluki Kampung Berseri (Bersih, Sehat, dan Rindang), mantap menjadi peserta dalam Lomba Clean, Green, and Healthy (CGH) Kota Balikpapan tahun 2025.
Ajang yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan ini pada tahun ini menetapkan syarat baru, dimana hanya kawasan yang terdiri dari lima Rukun Tetangga (RT) yang terintegrasi yang lolos pembinaan dan berhak dinilai.
Verifikasi lapangan pun digelar pada Rabu (24/9) oleh tim penilai gabungan yang terdiri dari DLH, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan Kota (DKK), TP PKK Kota, perwakilan Bank Sampah, serta Forum Adiwiyata. Kelima RT yang mewakili Kampung Berseri, yaitu RT 61, 41, 42, 43, dan 45, menyambut antusias kedatangan para juri.
Lurah Sepinggan Nur Ilham sangat antusias menyambut para juri. Ia mengatakan kawasan Kampung Berseri ini juga menjadi wakil Kota Balikpapan diajang lomba Aku Hatinya PKK tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
"Karena baru pertama kali berpartisipasi dan tahun lalu hanya ada satu RT yang terlibat, sedangkan sekarang melibatkan kawasan yang lebih luas. Persiapan untuk lomba CGH ini juga ditangkai penilaian lomba PKK," katanya.
Masing-masing lingkungan RT ini memiliki inovasi seperti di RT 61 ada rempeyek daun jambu klutuk karena kawasan ini memiliki sebanyak 42 pohon jambu klutuk. Ada lagi lumbung pangan, maupun pemanfaatan pekarangan rumah warga yang kosong untuk ditanami tanaman obat keluarga, maupun tanaman ketahanan pangan seperti lombok, tomat maupun terong.
"Kami dari pemerintah kelurahan dan kecamatan rutin melakukan pembinaan dikawasan ini dan didukung semangat gotong royong warganya, mulai dari Ketua RT, PKK, hingga setiap kepala keluarga dan individu, untuk turun menata pekarangan dan taman lingkungan dengan tanaman yang indah dan produktif," jelas Ilham.
Sementara penjelasan dari Ketua RT 61 Ning dimana 50 persen warga menjadi nasabah Bank Sampah di RT 43. Selain itu, mereka juga mengolah sampah organik menjadi biopori dan pot dari koran. "Ruang terbuka hijau yang dulunya gersang telah diubah menjadi area yang indah berkat kerja sama. Untuk ketahanan pangan, kami menanam jagung dan singkong," ucapnya.
Setelah sesi pemaparan para ketua RT di kawasan Kampung Berseri ini, para juri didampingi RT dan kadernya berkeliling melihat langsung hasil presentasi yang disampaikan. (*)
Editor : Sukri Sikki