BALIKPAPAN - Seremonial pembukaan Gerakan Intervensi Serentak Hari Buka posyandu di Kecamatan Balikpapan Tengah dipusatkan di Posyandu Mekar Berseri 21, RT 21 Kelurahan Mekar Sari.
Acara tersebut dibuka Nurlena Rahmad Mas'ud, ketua TP-PKK Kota Balikpapan, turut dihadiri Kepala DKK Balikpapan Alwiati, Camat Balikpapan Tengah Agung Budi Wibowo, Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Iim, Kepala Puskesmas Mekar Sari Drg Lily Anggraini, Lurah Mekar Sari, Evi Nurharyanti, Ketua LPM Mekar Sari M Rusdi, para kader dan juga warga yang membawa balita, catik, ibu hamil hingga lansia.
Nurlena Rahmad Mas'ud mengatakan, dalam rangka memastikan anak-anak tumbuh optimal, sehat, dan bebas stunting terdapat inisiatif yang melibatkan orang tua dan pemerintah untuk memperkuat posyandu.
"Intervensi Posyandu untuk anak sehat dengan fokus pada deteksi dini dan perhatian bagi ibu hamil serta balita berusia nol hingga lima tahun dan edukasi bagi orang tua," ucapnya.
Meskipun terdapat kurang lebih 1.500 posyandu, hanya sekitar 800 saja yang layak berfungsi. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, kader, dan tenaga kesehatan untuk mencapai tujuan bersama.
"Dengan pendekatan ini diharapkan dapat mengatasi tantangan kesehatan yang ada dan meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang," ucap Nurlena.
Kepala DKK Balikpapan Alwiati mengatakan gerakan pencegahan stunting di Balikpapan melalui posyandu ini serentak dengan fokus pada penyeimbangan dan pemeriksaan ibu hamil serta bayi balita.
"Tujuannya adalah untuk mengumpulkan data terkait berat badan dan tinggi badan guna mencegah stunting. Saat ini, prevalensi stunting di Balikpapan mencapai 24,8 persen sehingga diperlukan kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat untuk menurunkannya," ungkap Alwi.
Dikatakannya seluruh posyandu di Balikpapan telah terintegrasi menjadi posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer), yang memungkinkan pemeriksaan menyeluruh untuk semua kelompok usia, termasuk lansia.
Pemeriksaan lanjutan bagi bayi balita berisiko stunting juga dilakukan, dengan harapan intervensi dari dokter spesialis anak dapat meningkatkan pertumbuhan mereka.
"Selain itu, pemeriksaan ibu hamil dilakukan untuk mencegah kelahiran anak yang mengalami stunting, serta pemberian makanan tambahan untuk mendukung kesehatan ibu dan anak," pungkanya. (*)
Editor : Sukri Sikki