Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Novotel dan Ibis Balikpapan Gelar Pameran Batik 39 Hari, UMKM Lokal Jadi Etalase Budaya dan Ekonomi Kreatif

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 3 Oktober 2025 | 07:30 WIB
Sultan Aji Muhammad Arifin (tiga kiri) hadir dalam pameran batik di Hotel Novotel Balikpapan, Kamis (2/9). Hadir pula Cokorda Ratih Kusuma (tiga kanan), Eko Anom Purboyanto (dua kanan), Anwar Sadat (d
Sultan Aji Muhammad Arifin (tiga kiri) hadir dalam pameran batik di Hotel Novotel Balikpapan, Kamis (2/9). Hadir pula Cokorda Ratih Kusuma (tiga kanan), Eko Anom Purboyanto (dua kanan), Anwar Sadat (d

KALTIMPOST.ID-Langkah kaki para tamu yang memasuki lobi Novotel Balikpapan, Kamis (2/10), langsung disambut hamparan kain penuh warna.

Motif flora-fauna Kalimantan yang anggun berdampingan dengan corak modern berpalet berani.

Hari itu, lobi hotel tak sekadar menjadi ruang transit, melainkan berubah menjadi panggung kreativitas.

Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Novotel bersama Ibis Balikpapan berkolaborasi dengan sepuluh pelaku UMKM.

Mereka menghadirkan pameran batik yang berlangsung selama 39 hari penuh, jauh lebih lama dari peringatan biasanya yang hanya satu atau dua hari.

Dari sinilah muncul optimisme. Batik lokal tak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga jalan menuju penghidupan yang lebih baik bagi para pengrajin.

General Manager Novotel Balikpapan Eko Anom Purboyanto menjelaskan pihaknya sengaja membuka ruang pamer gratis.

“Kami ingin UMKM memiliki waktu panjang untuk memperkenalkan karya mereka, menjual produknya, dan membangun jejaring baru. Tidak hanya pada tanggal 2 Oktober, tapi hingga sebulan lebih,” ungkapnya.

Langkah itu sejalan dengan arahan pemerintah kota yang mendorong hotel-hotel membuka diri bagi UMKM.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan Cokorda Ratih Kusuma menilai inisiatif itu sebagai bentuk nyata dukungan sektor pariwisata terhadap ekonomi kreatif.

“Produk yang ditampilkan sangat bagus, penuh kearifan lokal. Tamu dari luar bisa langsung merasakan kekayaan budaya Balikpapan,” ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Balikpapan Heruressandy Setya Kesuma pun hadir menandai pentingnya acara itu.

Sejumlah tokoh hadir. Seperti Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin bersama istri dan Ketua PHRI Balikpapan Sugianto, ikut menyaksikan.

Hadir pula pengusaha kreatif Anwar Sadat, memberi nuansa bahwa dunia usaha serius menaruh perhatian pada batik sebagai aset ekonomi.

Pameran itu bukan sekadar formalitas. Lobi hotel yang biasanya steril kini berubah menjadi etalase berjalan.

Setiap hari, tamu yang check-in atau sekadar minum kopi bisa melihat, menyentuh, bahkan membeli batik langsung dari pembatik.

Situasi itu memberi pengalaman unik. Interaksi budaya terjadi tanpa harus menunggu festival atau mendatangi galeri.

Dengan lokasi strategis di pusat kota, Novotel dan IBIS Balikpapan memberi panggung yang lebih dekat kepada publik.

Pameran batik di hotel menjadi cara baru mempertemukan seni kriya dengan pariwisata. Wisatawan mendapat pengalaman berbeda, sementara UMKM mendapat akses pasar yang lebih luas. (rd)

Editor : Romdani.
#ibu kota nusantara #ekonomi kreatif #pameran batik #Novotel Balikpapan #Kutai Barat