Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

  Waspada Pernikahan Dini Jadi Faktor Pemicu Stunting, Ingatkan Peran Ayah Mendidik Anak

Dina Angelina • Selasa, 7 Oktober 2025 | 13:33 WIB
Kepala DKK Balikpapan Alwiati
Kepala DKK Balikpapan Alwiati

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan menegaskan pentingnya pencegahan pernikahan dini. Ini menjadi salah satu faktor penyebab kasus stunting.

Mengingat tahun ini masih ada 18 pasangan menikah di bawah umur. Itu cukup tinggi di Kota Minyak. Saat ini edukasi bahaya pernikahan dini sudah diberikan kepada siswa sejak di bangku sekolah.

Seperti generasi berencana (genre). “Itu salah satu misinya stop pernikahan dini pada anak,” kata Kepala DKK Balikpapan Alwiati. Menurutnya solusi yang harus dilakukan dengan penguatan genre.

Kemudian Balikpapan sudah menyandang predikat kota layak anak (KLA) utama. Maka setiap kebijakan yang diambil semakin mendukung pada hal–hal penguatan anak.

“Mereka didorong lebih fokus pada pendidikan, tidak fokus pacaran,” ucapnya. Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Iim mengingatkan, pentingnya peran ayah untuk mengentaskan stunting.

Menurutnya figur ayah juga menjadi kunci aktif mendorong tumbuh kembang anak dan mencegah stunting. “Jangan ayah beralasan sibuk dengan pekerjaan saja,” ucapnya.

Padahal tanggung jawab pendidikan keluarga berada di tangan ayah. Dia menjelaskan, pentingnya peran ayah sudah tergambarkan dalam Alquran.

Total ada 17 dialog pengasuhan antara orangtua dan anak di dalam kitab suci umat Islam tersebut. Adapun 14 dialog di antaranya adalah percakapan antara ayah dan anak.

“Artinya Allah sudah memberikan pedoman bahwa pendidikan keluarga tugas utama ayah,” sebutnya. Dia berharap, setiap ayah di Balikpapan bisa menjalankan perannya dengan optimal.

Sehingga pendidikan anak tidak diserahkan sepenuhnya kepada ibu. Walau memiliki kesibukan masing-masing. “Keterlibatan ayah sangat berpengaruh pada pola asuh dan perkembangan anak,” tutupnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#kasus stunting #Dinas Kesehatan Kota Balikpapan #pernikahan dini