Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Masjid di Balikpapan Jadi Percontohan Eco Office, Begini Cara Ubah Sampah Jadi Berkah

Redaksi • Kamis, 16 Oktober 2025 | 06:30 WIB

Pengurus Masjid Jami Luqmanul Hakim dan tim penilai di halaman kebun samping masjid, Rabu (15/10).
Pengurus Masjid Jami Luqmanul Hakim dan tim penilai di halaman kebun samping masjid, Rabu (15/10).

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Langkah hijau terus digalakkan di Kota Balikpapan. Tak hanya di kantor dan sekolah, kini rumah ibadah pun mulai bergerak dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Upaya itu tampak dalam Penilaian Eco Office untuk Rumah Ibadah yang digelar di Masjid Jami Luqmanul Hakim, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Rabu (15/10/2025).

Baca Juga: Sinkronisasi Data Jadi Hambatan Realisasi BSPS, Tahun Depan Target Jangkau 400 Ribu Unit Rumah

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Masjid H. Khomar, pengurus masjid, Tim Penilai DLH Kota Balikpapan yang dipimpin Syukur Efendi, Ketua Bank Sampah Induk Kota Hijau Abdul Rahman, Ketua PC DMI Kecamatan Balikpapan Utara Ustaz Ismail, serta sejumlah jamaah dan masyarakat.

Ketua Tim Penilai DLH, Syukur Efendi, menjelaskan bahwa penilaian eco office berlangsung sejak 22 September hingga 16 Oktober 2025. Tujuannya mengajak rumah ibadah dan perkantoran ikut berperan aktif menjaga lingkungan, khususnya dalam mengurangi timbunan sampah dari sumbernya.

“Rumah ibadah punya potensi besar menjadi agen perubahan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjadikan masjid sebagai pusat edukasi lingkungan bagi jamaahnya,” ujar Syukur.

Ia menambahkan, Masjid Jami Luqmanul Hakim dinilai berhasil mengembangkan konsep peduli lingkungan dengan baik. Masjid ini memiliki kebun hijau berisi sayur dan buah, serta menjalankan ekonomi umat melalui penyewaan aula dan kios masyarakat.

Penataan lingkungan yang rapi dan pemenuhan indikator penilaian menunjukkan komitmen kuat pengurus dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan warga.

Program Eco Office sendiri mengusung prinsip ramah lingkungan yang diterapkan dalam aktivitas sehari-hari rumah ibadah. Aspek yang dinilai meliputi penghematan energi dan air, pengurangan sampah plastik dan kertas, serta optimalisasi pencahayaan alami dan sirkulasi udara.

Ketua pengurus masjid, H. Khomar, mengatakan, langkah ini juga mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi timbunan sampah yang mencapai lebih dari 400 ton per hari.

“Masjid juga bisa jadi bagian dari solusi. Kami mendorong jamaah untuk memilah sampah—plastik, kardus, dan organik. Sampah organik kami olah jadi kompos agar tak menumpuk di TPA,” jelasnya.

Ia berharap gerakan ini menjadi contoh bagi rumah ibadah lain. Melalui partisipasi jamaah, Masjid Jami Luqmanul Hakim ingin benar-benar menjadi masjid yang Clean, Green, and Healthy.

Baca Juga: Balikpapan Siapkan Strategi Pemangkasan TKD, Wakil Wali Kota: Pembahasan On Progress

Sementara itu, Abdul Rahman, Ketua Bank Sampah Induk Kota Hijau, memberikan apresiasi. Ia menilai masjid ini telah menunjukkan praktik terbaik dalam menciptakan lingkungan bersih, hijau, dan sehat—sekaligus menggerakkan jamaah untuk hidup berkelanjutan.

“Inisiatif seperti ini patut dicontoh. Semoga bisa menular ke masjid dan rumah ibadah lainnya,” ujarnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#kompos #masjid #eco office #sampah organik #Graha Indah #Luqmanul Hakim #balikpapan utara #berkah