KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Langit Balikpapan Kalimantan Timur sepekan terakhir panas terik. Serasa matahari tepat di atas kepala. Terlebih tidak ada angin membuat cuaca semakin kering dan gerah.
Pantauan BMKG SAMS Sepinggan suhu maksimum di Balikpapan mencapai sekitar 33-34 derajat celcius. Ternyata ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi panas terik tersebut.
“Pertama gerak semu matahari. Saat ini posisi matahari sedang berada dari ekuator menuju ke selatan,” kata Kabid Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Diyan Novrida.
Kedua, angin timuran dari benua Australia yang bersifat kering masih aktif. Udara kering itu dapat meningkatkan suhu dan terasa panas. Angin timuran mampu berpengaruh signifikan terhadap pola cuaca regional. Jadi posisi pola angin di sekitar Balikpapan tidak ada shear line. “Tidak ada konvergensi atau pengumpulan. Jadi anginnya lurus dan biasanya kecepatannya pun lebih besar,” sebutnya.
Itu yang menghambat pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan. Namun, kondisi itu masih termasuk hal normal. “Fenomena yang biasa terjadi di sekitar September hingga Oktober,” tuturnya.
Diyan menjelaskan, Balikpapan memang berbeda karena tidak mengenal musim. Agustus yang seharusnya diprediksi masuk kemarau. Ternyata di luar dari prakiraan. Agustus masih musim hujan. “Sebenarnya kalau dilihat dari streamline pola angin yang sekarang sudah muncul lagi potensi pertumbuhan awan konvektif yang bisa meningkat hujan,” bebernya.
Dia menambahkan, kondisi panas kering itu hampir terjadi di seluruh Bumi Etam. Namun, beberapa wilayah Kaltim sempat mengalami hujan. Walau secara umum memang panas.
“Beberapa wilayah seperti Kaltim bagian utara di antaranya Berau, Kutai Timur, Kutai Barat sama Mahulu masih hujan,” ungkapnya. Khusus di Balikpapan, suhu maksimum mencapai sekitar 33-34 derajat celcius.
Sebenarnya suhu itu masih masuk kategori normal. Walau terasa sudah sangat panas sekali. “Karena biasanya suhu maksimum di Balikpapan antara 30-31 derajat celcius,” tuturnya.
Dia bersyukur sekarang sudah muncul potensi awan hujan. Ketika hujan otomatis suhu akan turun juga. Itu bisa terlihat di beberapa wilayah Kota Minyak sudah turun hujan. Masyarakat diimbau mempersiapkan diri menghadapi cuaca yang panas kering. Terutama menjaga kesehatan. Saat beraktivitas di luar bisa memakai payung atau kurangi aktivitas outdoor.
“Bisa juga menambah asupan vitamin untuk daya tahan tubuh. Karena cuaca-cuaca seperti ini rentan penyakit,” imbuhnya. Serta tetap memantau informasi perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG. (*)
Editor : Dwi Restu A