KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Penerapan sistem parkir non tunai yang saat ini diberlakukan oleh Balikpapan Super Block (BSB) telah berjalan sekitar satu bulan. Akan tetapi, implementasi sistem ini disebut belum secara menyeluruh.
Deputy General Manager Business Development BSB Hendri Ahin menjelaskan, meski sudah memberlakukan sistem parkir non tunai, pihaknya memang masih menyediakan beberapa loket untuk pembayaran tunai.
“Tapi kami juga mempersiapkan kartu di internal kami. Jadi kami terima tunai, tapi tap kartu juga tetap pakai kartu yang kami sediakan,” ujarnya. Dia menyebutkan, saat ini pihak BSB memiliki sekitar 18 loket pembayaran. Hanya menyisakan sekitar 3 atau 4 pos yang masih menyediakan petugas.
“Karena kan kami targetnya nanti tidak ada petugas yang menerima pembayaran lagi (manless). Jadi pengunjung tinggal tap kartu di mesin,” tambahnya.
Begitu pula dengan sistem non tunai, Hendri menyebut nantinya tidak ada lagi loket yang menyediakan pembayaran secara tunai. Kendati memang, pihaknya masih harus lebih menggencarkan sosialisasi.
Salah satunya, lanjut dia, dengan memperbarui informasi di akun media sosialnya. “Kami targetkan di November itu sudah semuanya full cashless (non tunai) dan manless (tanpa petugas),” katanya.
Terlebih, sambungnya, dikarenakan Bank Indonesia (BI) mendorong semua pihak untuk pembayaran cashless, maka BSB pun mencoba mensosialisasikan ke semua tempat.
Lebih lanjut, ia mengklaim bahwa sistem ini memberi dampak nyata dalam kunjungan. Khususnya, untuk kondisi pembayaran sistem parkir di kawasan tersebut.
“Karena proses pembayaran akan lebih cepat. Artinya kendaraan keluar itu semuanya tidak menunggu proses pembayaran pengembalian lagi. Itu sih dampak yang paling utama,” tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo