KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Hingga September 2025, Mal Pelayanan Publik (MPP) Balikpapan dikunjungi 41.481 pengunjung. Capaian itu bahkan lebih tinggi dari total sepanjang 2024 yang hanya 29.158 pengunjung.
Puncak kunjungan tahun ini terjadi pada Juli dengan 6.814 pengunjung. Kemudian disusul Agustus 5.367 pengunjung, dan September 5.962 pengunjung. Rata-rata jumlah kunjungan berkisar 4.000 pengunjung per bulan.
“MPP Balikpapan memiliki gerai dari dukungan 27 instansi dan total 80 layanan,” kata Kepala DPMPTSP Balikpapan Hasbullah Helmi. Paling tinggi tingkat kunjungan masih terkait kependudukan. “Tertinggi untuk pelayanan dari Disdukcapil dengan 11.315 pengunjung, atau 24,8 persen,” imbuhnya. Selanjutnya layanan DPMPTSP sebesar 8.767 pengunjung atau 19,3 persen.
Kemudian menyusul Bankaltimtara dengan 8.382 pengunjung, atau 18,4 persen dan BPJS Kesehatan 6.726 pengunjung atau 14,8 persen. Termasuk kepolisian 4.434 pengunjung atau 9,7 persen. “Kami minta pelayanan SKCK di Polsek Selatan bisa dipindah ke MPP,” ucapnya. Sehingga memudahkan warga mengurus dengan tempat lebih representatif. Sekaligus meringankan kepadatan di polsek.
Sementara sisanya ada layanan Imigrasi, Samsat, BPPDRD, DJP, Pengadilan Agama, dan sebagainya. Helmi menambahkan, faktor peningkatan kunjungan tahun ini dari beberapa hal. “Seperti sosialisasi masif dari kecamatan, kelurahan, dan media,” tuturnya. Termasuk faktor peningkatan kunjungan juga dari layanan capil dan BPJS Kesehatan.
Dengan kinerja itu, MPP Balikpapan meraih predikat pelayanan prima dari Kementerian Pendayaunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) pada 2024. Serta mendapat nilai tertinggi survei kepuasaan masyarakat sebesar 95,20 pada 2024.
MPP Balikpapan kerap menjadi contoh bagi daerah lain. Terakhir saat menggelar bimbingan teknis peningkatan PTSP se-Kalimantan. (*)
Editor : Dwi Restu A