BALIKPAPAN - Pasca musibah kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di RT 29 dan RT 32 Kelurahan Baru Ilir, Camat Balikpapan Barat Erwin mengimbau masyarakat untuk lebih waspada. Potensi kebakaran dapat terjadi kapan saja, terutama di wilayah dengan kepadatan rumah yang tinggi.
Erwin menyampaikan hal tersebut usai menghadiri rapat koordinasi penanganan pasca bencana yang digelar oleh BPBD Kota Balikpapan, yang juga dihadiri perwakilan Dinas Sosial, LPM Baru Ilir, Kelurahan Baru Ilir serta unsur Kecamatan Balikpapan Barat dan instansi terkait lainnya.
Dalam koordinasi itu, disepakati langkah-langkah bersama dalam upaya penanganan dan pendataan korban, termasuk pembentukan Posko Bencana Kebakaran yang berlokasi di Jalan Alfalah, depan Posyandu RT 33 Baru Ilir.
Sementara itu, para korban kebakaran saat ini sebagian besar menumpang di rumah sanak saudara atau kerabat terdekat di sekitar Kelurahan Baru Ilir. Pihak kelurahan dan kecamatan terus memantau kondisi warga terdampak, termasuk memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi.
Erwin menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat, khususnya di lingkungan padat penduduk seperti di Balikpapan Barat. “Kami mengimbau kepada seluruh Lurah di wilayah Kecamatan Balikpapan Barat agar terus mengingatkan warganya untuk lebih berhati-hati. Pastikan kompor dimatikan setelah digunakan, dan cabut alat elektronik yang tidak terpakai,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kejadian kebakaran di RT 29 dan RT 32 menjadi peringatan bersama agar masyarakat lebih memperhatikan aspek keselamatan di rumah masing-masing. Menurutnya, kebakaran sering kali terjadi akibat kelalaian kecil yang sebenarnya bisa dicegah dengan kebiasaan sederhana dan disiplin.
“Kawasan padat seperti Baru Ilir memang memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran api. Karena itu, upaya pencegahan dan kesadaran warga menjadi kunci utama,” tegasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki