KALTIMPOST.ID-Komitmen terhadap pelestarian lingkungan terus ditunjukkan dunia pendidikan. Salah satunya datang dari mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia Balikpapan yang menggelar kegiatan penanaman 100 bibit mangrove di kawasan Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda Kaltim, Sabtu (18/10).
Kegiatan bertema “Manajemen Peduli Lingkungan” itu merupakan hasil kolaborasi antara kalangan akademisi dan aparat penegak hukum.
Sinergi ini menjadi contoh nyata implementasi tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Ketua Program Studi Manajemen Universitas Mulia, Dr Pudjiati, SE, MM menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan sosial, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran karakter bagi mahasiswa.
Menurutnya, calon pemimpin masa depan perlu memiliki kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial yang tinggi.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memahami bahwa manajemen bukan hanya soal bisnis atau profit, tetapi juga tentang bagaimana mengelola sumber daya alam dan sosial secara berkelanjutan. Penanaman mangrove memberikan pengalaman langsung untuk menjaga keseimbangan ekosistem,” ujar Pudjiati.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Universitas Mulia mewujudkan visi “Green and Sustainable Campus.”
Selain menanam mangrove, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai konsep kepemimpinan hijau (green leadership) dan prinsip People, Planet, and Profit dalam manajemen modern.
Dari pihak Polairud Polda Kaltim, PS Kanit 2 Si Binmas Air Dit Polairud, Wendy Eka Saputra, SH mengapresiasi kegiatan tersebut.
Ia menyebut keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan konservasi menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran publik untuk menjaga ekosistem laut dan pesisir.
“Kami sangat mendukung inisiatif ini. Sinergi antara akademisi dan kepolisian seperti ini harus terus diperkuat agar generasi muda lebih peduli terhadap lingkungan,” ucap Wendy.
Kegiatan penanaman dilakukan di wilayah pesisir yang rawan abrasi. Selain menanam, peserta juga menerima edukasi mengenai peran ekologis mangrove.
Mulai fungsinya menahan abrasi, menjaga habitat biota laut, hingga menyerap karbon yang membantu mitigasi perubahan iklim.
Melalui program ini, Universitas Mulia menegaskan komitmennya terhadap pendidikan berkelanjutan yang berbasis pengalaman (experiential learning).
Kegiatan tersebut tidak hanya menumbuhkan kesadaran ekologis mahasiswa, tetapi juga memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan dalam membangun masyarakat yang peduli terhadap kelestarian alam. (UM/mra/rd)
Editor : Romdani.