BALIKPAPAN - Penataan kawasan tertib lalu lintas (KTL) Jalan MT Haryono sudah berjalan sepekan terakhir. Dinas Perhubungan (Dishub) menertibkan kendaraan yang berani parkir liar tidak sesuai aturan.
Terutama segmen dua simpang Beller-Roti Tiam dan segmen tiga Roti Tiam-Balikpapan Baru. Meski dalam satu bulan ini masih tahap sosialisasi. Langkah ini mendapat dukungan dari wakil rakyat di legislatif.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Yusri mengatakan, upaya penertiban merupakan bagian dari menata dan mempercantik estetika kota. Namun dia berharap sosialisasi benar-benar berjalan efektif.
“Bukan hari ini razia, tapi besok terulang lagi parkir liar,” katanya kepada awak media. Selain itu, dia mengingatkan agar langkah ini tidak mematikan usaha di sekitar wilayah tersebut.
Imbas kendaraan sulit mendapatkan area parkir. Dia khawatir usaha yang kini berkembang menjadi sepi pengunjung. Dishub diminta perlu mencari solusi yang nyata.
Walau sementara ini kendaraan dialihkan ke Citra City untuk lokasi kantong parkir. Dia mengaku belum tahu apa pengembang sudah diajak koordinasi soal penyediaan kantong parkir di lokasi tersebut.
“Kalau ternyata belum tahu, jangan sampai jadi salah persepsi atau salah paham,” imbuhnya. Yusri meminta agar Dishub bersama pihak kelurahan dan kecamatan memanggil para pemilik lahan kosong.
Mana area yang potensial menjadi kantong parkir untuk dilakukan pembahasan dan kerja sama. Apalagi ini masuk dalam dua kelurahan yang berdekatan. Di antaranya Kelurahan Damai Baru dan Kelurahan Damai Bahagia.
“Mungkin bisa dilibatkan dua kelurahan ini. Termasuk mengaktifkan lagi kasi tantrib. Mereka diberdayakan,” sebutnya. Yusri meminta razia tidak hanya dilakukan malam hari.
Dia menyarankan razia turut dilakukan pada siang hari agar penertiban berjalan efektif. “Namun tidak mematikan usaha yang ada di sekitar wilayah dengan mencari solusi kantong parkir secepatnya,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki