BALIKPAPAN - Pemerintah pusat telah mengatur tahun depan sudah tidak boleh lagi merekrut tenaga honorer atau tenaga bantuan (naban). Ini sangat berdampak terhadap ketersediaan guru di Kota Minyak.
Walhasil para naban akan bertugas hingga akhir tahun. Sebagai solusi memenuhi kebutuhan guru, Disdikbud Balikpapan dalam waktu dekat membuka rekrutmen guru dari kontrak kerja individu (KKI).
Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik mengatakan, KKI sudah berhasil dilaksanakan di beberapa daerah. Di antaranya Jakarta dan Makassar. Sehingga Balikpapan ikut menerapkan program tersebut.
Program KKI menerapkan bentuk kontrak guru secara profesional. Syarat yang mendaftar harus memiliki latar belakang pendidik linier. Mereka akan melalui tahapan computer assessment tes (CAT).
Berbeda dengan formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang harus memenuhi syarat memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun. Alias sudah mengabdi terlebih dahulu.
“KKI tidak ada lagi jalur prioritas, mau posisi dia sedang bekerja atau tidak. Ini kompetisi penuh yang dibuka kepada seluruh masyarakat,” bebernya. Terutama dengan latar belakang pendidikan guru.
Baik jenjang SD maupun SMP. Kesempatan ini terbuka bagi siapa saja yang ingin mencoba berkompetisi. “Kuotanya kita perkirakan akan merekrut 400-500 guru dari KKI,” tuturnya.
Irfan mengakui, itu saja belum mencukupi semua kebutuhan guru. Idealnya butuh hingga 1.000 guru. Termasuk untuk mengisi beberapa sekolah yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir.
Namun pihaknya memenuhi kebutuhan secara perlahan. Mulai dari KKI tahap awal sebanyak 500 guru pada 2026. Menurutnya kuota ini sudah bisa jalan untuk memenuhi kondisi sekarang.
“Anggaran KKI sudah disiapkan untuk Tahun 2026. Saya jamin mudah-mudahan ini tidak terpangkas (efisiensi),” tutupnya. (*)
Editor : Sukri Sikki