Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan, sampah pesisir memang banyak perlu penanganan. Dia mengimbau agar lebih ditingkatkan edukasi dan pengawasan kepada warga. “Terutama dari tingkat RT dan kelurahan yang terdekat dengan masyarakat,” sebutnya.
Mereka yang harus intens pengawasan pada warga masing-masing. Ini pun harus dilakukan secara konsisten. “Tidak hanya sesaat tapi selalu mengingatkan dan monitor kegiatan warga,” ucapnya. Terutama dalam hal pengelolaan sampah. Bagus menuturkan, sampah pesisir ini sebagian berasal dari darat.
Baca Juga: Ini Solusi bagi Guru Honorer di Balikpapan dan Sudah Diterapkan Beberapa Daerah
Sampah di saluran air jatuh hingga ke pinggir pantai. Intinya untuk semua sampah harus bisa dikelola. “Bagaimana warga berperan semua ikut memilah sampah karena sampah memiliki nilai jual,” tuturnya. Baik sampah plastik yang bisa dijual untuk daur ulang. Sedangkan sampah organik dikelola jadi pupuk. Warga bisa menanam hidroponik di pekarangan masing-masing.
“Sehingga volume sampah yang masuk ke TPA Manggar bisa sangat minimal,” imbuhnya. Sebab sudah melalui proses pemilahan sejak dari sumbernya. Saat ini produksi sampah TPA Manggar sekitar 450 ton per hari. “Bagaimana mendorong warga semangat mengurangi sampah,” ujarnya. Balikpapan memiliki target menurunkan sampah sampai 50 persen yang masuk ke TPA Manggar. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki