KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Masyarakat perlu lebih tangguh dalam menghadapi dua ancaman besar: bencana dan penyalahgunaan narkoba. Itulah semangat yang ingin dibangun Kecamatan Balikpapan Kota melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di aula kantor kecamatan, Rabu (5/11/2025).
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi berbagai unsur masyarakat untuk memperkuat kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat. Mulai dari Satgas Tangguh Bencana, tokoh masyarakat, karang taruna, ketua RT, hingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se-Balikpapan Kota turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Acara dibuka oleh M Yuniansyah, Kepala Seksi Ketentraman, Ketertiban, dan Lingkungan Hidup Kecamatan Balikpapan Kota, mewakili Camat Rosin Suparlan. Ia menegaskan pentingnya sosialisasi ini, mengingat Balikpapan kerap dihadapkan pada potensi bencana serta meningkatnya kasus penyalahgunaan narkoba.
“Sosialisasi ini penting disampaikan kepada masyarakat, terutama terkait berbagai bencana yang sering terjadi dan bahaya narkoba yang semakin meresahkan,” ujar Yuniansyah.
Ia menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat serta pendampingan berkelanjutan dari instansi terkait.
“Harapannya, informasi ini bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman warga tentang upaya penyelamatan dan pencegahan,” tambahnya.
Sebagai langkah pencegahan dini, Sri Lestari, perwakilan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan, hadir membawakan materi tentang bahaya laten narkoba. Ia menjelaskan dampak narkoba terhadap kesehatan, generasi muda, dan stabilitas sosial masyarakat.
Selain itu, Sri juga mengupas implementasi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika), sebagai bentuk langkah nyata membentengi masyarakat dari pengaruh narkotika.
Dari sisi kebencanaan, materi disampaikan oleh Sholahuddin Malik, Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan.
Ia menguraikan panduan praktis kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, mulai dari pengenalan jenis-jenis bencana yang sering terjadi di Balikpapan hingga pentingnya memanfaatkan golden time atau waktu emas dalam penyelamatan.
“Kesiapsiagaan dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar. Semua harus tahu apa yang harus dilakukan ketika bencana datang,” tegas Sholahuddin.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana sekaligus menekan penyalahgunaan narkoba di tingkat lingkungan.
Dengan pemahaman bersama dan dukungan lintas sektor, Balikpapan diharapkan semakin tangguh—baik menghadapi ancaman alam maupun ancaman sosial. (*)
Editor : Ery Supriyadi