Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kampung STAR Bikin Heboh Nasional! Inovasi Puskesmas Balikpapan Ini Sabet Dua Penghargaan Sekaligus

Supriyono Lupus • Rabu, 5 November 2025 | 19:00 WIB

Kepala Puskesmas Margo Mulyo dr Dekrita Ria Hanani, MARS, menerima dua penghargaan di ajang JAMPUSNAS II APKESMI 2025 atas inovasi Kampung STAR.
Kepala Puskesmas Margo Mulyo dr Dekrita Ria Hanani, MARS, menerima dua penghargaan di ajang JAMPUSNAS II APKESMI 2025 atas inovasi Kampung STAR.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Semangat kolaborasi dan inovasi di bidang kesehatan kembali mengharumkan nama Kota Balikpapan di tingkat nasional. Lewat pendekatan kreatif berbasis masyarakat, Puskesmas Margo Mulyo berhasil membuktikan bahwa perubahan besar bisa lahir dari komunitas kecil.

Kabar menggembirakan datang dari ajang Jambore Puskesmas Nasional (JAMPUSNAS) II APKESMI 2025, yang berlangsung di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Centre pada 30 Oktober–2 November 2025.

Dalam kesempatan itu, Kepala Puskesmas Margo Mulyo, dr Dekrita Ria Hanani, MARS, meraih Juara I Inovasi Kategori Perorangan sekaligus Penghargaan Inovasi Kategori Paripurna Nasional.

Baca Juga: Warga Balikpapan Diberi Bekal Hadapi Bencana dan Bahaya Narkoba

Penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen Puskesmas Margo Mulyo dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inovatif, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat. Inovasi yang mengantarkan kemenangan ini adalah Program Kampung STAR (Sehat Tanpa Asap Rokok) — sebuah gerakan yang mendorong masyarakat hidup lebih sehat tanpa ketergantungan rokok.

Program ini lahir dari keprihatinan atas tingginya kebiasaan merokok di wilayah kerja Puskesmas Margo Mulyo. Rokok masih mudah dibeli di warung-warung dekat rumah dan sekolah, bahkan oleh anak-anak. Akibatnya, paparan asap rokok tinggi di rumah tangga, fasilitas umum, hingga tempat ibadah.

Melihat kondisi itu, dr Dekrita bersama tim menggagas pendekatan kolaboratif dengan melibatkan kelurahan, PKK, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat. Tujuannya sederhana namun berdampak besar: membangun lingkungan sehat dan bebas asap rokok.

Photo
Photo

Dari situ, lahirlah berbagai kegiatan seperti edukasi bahaya rokok, pembentukan komunitas STAR Muda (Generasi Sehat Tanpa Rokok), hingga Green STAR (Lingkungan Sehat Bebas Polusi). Program ini tak hanya soal kesehatan, tetapi juga membentuk budaya hidup sehat lintas generasi melalui semangat gotong royong.

“Kampung STAR diharapkan menjadi model pengembangan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) berbasis masyarakat,” ujar dr. Dekrita. Ia berharap keberhasilan ini bisa direplikasi oleh Dinas Kesehatan Balikpapan ke kelurahan lain, sehingga manfaatnya menjangkau lebih banyak warga.

Baca Juga: Ada Bus Sekolah Gratis Brimob di Balikpapan, Cek Rutenya

Selain dukungan dari masyarakat, sinergi bersama sektor swasta juga diharapkan memperkuat keberlanjutan program lewat corporate social responsibility (CSR).

Ke depan, tim Puskesmas Margo Mulyo berfokus pada pencegahan merokok usia dini melalui Program Kampung STARMuda di sekolah-sekolah dan karang taruna. Tak hanya itu, pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi mobile, dashboard edukasi, dan QR interaktif akan dikembangkan untuk memperluas jangkauan promosi kesehatan.

“Harapannya, Kampung STAR bukan hanya program, tapi gerakan bersama menuju Kota Sehat Tanpa Asap Rokok,” pungkas dr Dekrita. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#kawasan tanpa rokok #inovasi kesehatan #Puskesmas Margo Mulyo #Kampung STAR