KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Puskesmas Sepinggan terus berinovasi dalam meningkatkan kapasitas kader posyandu melalui pelatihan 25 Keterampilan Kader Posyandu yang kini dikemas secara digital. Kamis (6/11) berlangsung di Posyandu Kusuma 14, RT 14 Sepinggan Raya dan dihadiri oleh Ketua PKK Kelurahan Sepinggan Raya, Pokja 4 Kelurahan Sepinggan Raya serta Ketua RT 14 Sepinggan Raya.
Pelatihan yang melibatkan 42 kader posyandu dari tiga kelurahan yaitu Sepinggan, Sepinggan Baru, dan Sepinggan Raya merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peningkatan kompetensi kader dalam menghadapi penerapan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang akan dijalankan lebih luas pada tahun 2026.
Promosi Kesehatan Puskesmas Sepinggan Nurhasanah Fitriana S.K.M menjelaskan kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dalam dua tahap yaitu pelatihan daring (online) dan praktik lapangan. Dalam tahap daring, para kader mengikuti pembelajaran melalui website “Pelataran Sehat”. Mereka menonton video, membaca materi, dan mengerjakan soal-soal untuk menguji pemahaman.
“Selain itu, dilakukan juga pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kemampuan peserta. Seluruh hasil belajar tersebut dinilai langsung oleh tim Puskesmas Sepinggan dan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan,” jelasnya.
Memasuki tahap praktik lapangan, kader menerapkan langsung materi yang telah dipelajari. Posyandu RT 14 Sepinggan Raya menjadi lokasi praktik sekaligus contoh posyandu ILP yang sudah berjalan sejak tahun 2024. Dalam praktik tersebut, kader dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk mensimulasikan lima langkah pelayanan posyandu siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, usia sekolah/remaja, usia dewasa, hingga lansia.
Langkah-langkah tersebut mencakup pendaftaran, pengukuran, pencatatan, pelayanan kesehatan, dan penyuluhan. Selain melayani di hari buka posyandu, kader juga mempelajari tata cara pelayanan di luar hari buka posyandu, agar masyarakat bisa tetap mendapatkan layanan kesehatan dasar secara berkesinambungan.
Nurhasanah menerangkan kegiatan ini menjadi bagian akhir dari seluruh rangkaian pelatihan digital. “Tujuannya agar kader dapat mengimplementasikan hasil pelatihan di posyandu masing-masing. Nantinya mereka juga akan menjadi pendamping dan pembagi ilmu bagi kader lain yang belum sempat mengikuti pelatihan,” jelasnya. (*)
Editor : Duito Susanto