Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pelatihan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana, Melatih Hadapi Situasi Darurat

Supriyono Lupus • Jumat, 7 November 2025 | 19:27 WIB
PROGRAM: Pelatihan memadamkan api dilingkungan sekolah melalui sosialisasi program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) agar dalam menghadapi bencana waarga sekolah sudah memiliki kesiapsiagaan.
PROGRAM: Pelatihan memadamkan api dilingkungan sekolah melalui sosialisasi program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) agar dalam menghadapi bencana waarga sekolah sudah memiliki kesiapsiagaan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan terus berupaya membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana. Berbagai materi pelatihan diberikan bagi semua kalangan, mulai dari Ketua RT, lembaga-lembaga seperti LPM, Katana, Satgas Tangguh Bencana, Karang Taruna, tokoh masyarakat hingga para pengurus PKK.

Upaya membangun budaya tanggap bencana di lingkungan pendidikan juga terus diperkuat melalui program sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

BPBD Balikpapan melalui Sholahuddin Malik, kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, menjelaskan masyarakat perlu lebih tangguh dalam menghadapi ancaman besar salah satunya bencana.

Sosialisasi ini penting disampaikan kepada masyarakat, terutama terkait berbagai bencana yang sering terjadi untuk memperkuat kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.

Sholahuddin menambahkan, upaya penanggulangan bencana harus melibatkan semua unsur masyarakat. Pendekatan pentahelix menjadi kunci sinergi antara pemerintah, badan usaha, masyarakat, pakar dan juga media massa.

“Kesiapsiagaan dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar. Semua harus tahu apa yang harus dilakukan ketika bencana datang,” tegas Sholahuddin.

Materi sosialisasi yang sering disampaikan tentang panduan praktis kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, mulai dari pengenalan jenis-jenis bencana yang sering terjadi di Balikpapan hingga pentingnya memanfaatkan golden time atau waktu emas dalam penyelamatan, juga teknik evakuasi yang benar, penggunaan jalur evakuasi, hingga simulasi penyelamatan diri.

Praktiknya juga sering diajarkan bagaimana memadamkan api kecil dengan menggunakan alat pemadam api ringan (Apar) maupun alat tradisional kain selimut basah. (*)

 

 

Editor : Duito Susanto
#bpbd balikpapan