Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Keluhkan Beras Selalu Melebihi HET di Balikpapan, Dinas Perdagangan Usul Ada Standarisasi Harga, Ini yang Dilakukan

Dina Angelina • Minggu, 9 November 2025 | 11:03 WIB
BERSTANDAR: Dinas Perdagangan mengusulkan ada standarisasi harga beras di Balikpapan. 
BERSTANDAR: Dinas Perdagangan mengusulkan ada standarisasi harga beras di Balikpapan. 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Berdasarkan beberapa kali kunjungan Satgas Pangan di Balikpapan, kenyataannya masih ditemukan penjualan beras lebih dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan.

Dinas Perdagangan mengakui harga beras di pasar rakyat rata-rata lebih dari HET. “Mereka mengambil dari tangan kedua atau tangan ketiga. Jadi tidak langsung,” kata Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Haemusri Umar.

Sementara di tingkat produsen, harga beras memang sudah mengalami kenaikan dengan berbagai faktor. Apalagi jika distributor membeli dari tangan kedua dan seterusnya. Saat ini, beras premium memiliki HET Rp 15.400 per kilogram. Sedangkan beras medium Rp 14.000 per kilogram. Namun, faktanya di lapangan berbeda, beras dijual mulai Rp 16.000 per kilogram.

“Artinya aturan itu hanya di atas kertas, masalah itu terjadi di seluruh Balikpapan,” ucapnya. Sebagai solusi, Dinas Perdagangan sudah berkomunikasi dengan Bagian Ekonomi Setdakot Balikpapan.

“Kami ingin bagaimana harga beras di Balikpapan ditentukan standarisasi HET harus menyesuaikan harga pasar,” sebutnya. Terlebih sudah lama Badan Pangan Nasional tidak melakukan revisi HET.

Sementara penetapan sudah tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. “Kami minta ada evaluasi HET dengan menyampaikan lewat bagian ekonomi,” pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#harga beras #het #standarisasi #balikpapan