BALIKPAPAN - Meski Balikpapan diprediksi kehilangan dana transfer ke daerah (TKD) hingga Rp 1,05 triliun. Pemkot Balikpapan memastikan alokasi dana untuk kebutuhan prioritas tetap berjalan. Seperti pengendalian banjir dan pelayanan air bersih. Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan, beberapa proyek tetap berjalan dan sudah masuk dalam perencanaan tahun depan.
“Ada pembebasan sisa lahan Embung Aji Raden untuk mempercepat suplai air bersih,” katanya. Seperti diketahui, Embung Aji Raden menjadi salah satu cara yang paling memungkinkan untuk mendapat tambahan air baku. Mengingat proses pembebasan sudah berjalan sejak berapa tahun lalu. Targetnya 2027-2028, fasilitas ini sudah bermanfaat dan dinikmati. Dengan kapasitas 200 liter per detik.
“Kemudian rencana sebagian area hilir DAS Ampal juga kita bebaskan. Jadi memang bertahap karena kebutuhan biaya begitu besar,” ungkapnya. Dia belum merinci lokasi pasti. Namun yang pasti tahun depan proses pembebasan di hilir sudah mulai berjalan. “Titik-titik yang berkaitan banjir akan tetap berjalan. Kemudian bendali-bendali yang butuh pengerukan,” bebernya.
Baca Juga: Balikpapan Fest 2026 Lolos Kurasi Awal Karisma Event Nusantara, Bawa Tema Pesisir Nusantara
Ini termasuk mengandalkan bantuan dari Pemprov Kaltim untuk pengerukan bendali. Bagus menyebutkan, biasanya kepastian berapa anggaran ini diketahui last minute. “Karena pemprov juga masih berkutat dengan dana bagi hasil (DBH),” imbuhnya. Ketika ada bantuan dari Pemprov Kaltim, pihaknya sesuai rencana akan mengalokasikan anggaran untuk pengerukan bendali.
Bagus bercerita banyak bendali saat ini belum bekerja optimal. Salah satunya di Balikpapan Regency. Sebab terdapat sedimentasi hingga tanaman liar yang memenuhi area bendali. Itu membuat fungsinya menampung air sementara ketika hujan tidak bisa bekerja optimal. Dia menambahkan, semua detail engineering design (DED) tentang penanganan banjir dan pelayanan air bersih sudah tersedia.
Pihaknya terus menjalin komunikasi dengan Dinas PUPR-PERA Kaltim dan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV. “Semoga pendekatan dan koordinasi yang baik ini ada bantuan dari kementerian,” pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki