BALIKPAPAN - Balikpapan telah mendapat penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Kategori Utama 2025. Perlu komitmen dan program prioritas mempertahankan gelar supremasi tertinggi tersebut.
Plt Kepala DP3AKB Balikpapan Nursyamsiarni D Larose mengatakan, pihaknya menyiapkan beberapa taman diharapkan bisa mendukung segala aktivitas untuk anak. Ini menjadi ruang bermain ramah anak (RBRA).
“Saat ini sedang berproses standarisasi RBRA di Taman Bekapai dan Taman 3 Generasi,” katanya. DP3AKB sudah melakukan pengisian evaluasi awal dari self assessment sesuai permintaan Kementerian PPA.
Itu perlu dilakukan agar kedua taman ini telah memenuhi standarisasi yang ditetapkan Kementerian PPA. Contoh sederhana standarisasi seperti estetika dengan berbagai macam jenis tanaman.
Baca Juga: Pemkot Balikpapan Bangun RBRA Baru, Anak Tak Perlu Lagi ke Mal untuk Main
Bagaimana area ruang bermain ramah anak tidak ditanami jenis tanaman yang berduri seperti bougenville. “Karena berpotensi mencelakai atau melukai anak-anak,” ucapnya.
Kemudian penyediaan sarana permainan tradisional menjadi salah satu nilai tambah. Alat permainan jangan sampai berpotensi melukai anak. “Sudut-sudut yang tajam harus ada semacam cover atau pelindung,” imbuhnya.
Tidak hanya berisi permainan, RBRA perlu dilengkapi papan informasi edukasi wawasan kebangsaan. Misalnya Pancasila dan UUD 1945. Hingga edukasi terkait bahaya kebakaran kepada anak.
Jadi RBRA menjadi tempat pembelajaran anak-anak. Hingga fasilitas yang tersedia pun nyaman. “Tanpa disadari bangku di taman umumnya nyaman untuk orang dewasa,” imbuhnya.
Namun tidak memperhitungkan kadar kenyamanan bagi anak. Mereka dengan tinggi 95 sentimeter bisa nyaman untuk langsung duduk tanpa memanjat. Setiap hal menjadi bagian penting.
Selain standarisasi RBRA di dua taman, ada tim yang turun ke lapangan memastikan kondisi di lapangan akhir November. Selain RBRA, DP3AKB juga sedang berproses standarisasi taman asuh ramah anak.
“Ada day care Koperasi Beriman di Korpri dan belakang BRI. Semoga ini juga bisa memenuhi standar evaluasi juga nanti,” bebernya. Ini bisa menjadi persiapan jika ada salah satu instrumen penilaian atau evaluasi KLA.
Setidaknya Balikpapan sudah memiliki RBRA dan taman asuh anak yang terstandarisasi. “Mudah-mudahan ke depannya nanti rumah ibadah sampai sekolah juga ramah anak,” pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki