BALIKPAPAN - Mulai dari sisi higienitas sampai ketersediaan bahan pokok untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG) dibahas berbagai pihak. Berlokasi di Aula Balai Kota Balikpapan, Selasa (11/11).
Pemkot Balikpapan menggelar focus group discussion (FGD) sinergitas lintas sektor. Tujuannya sebagai upaya evaluasi dan efektivitas MBG di Kota Minyak. Kegiatan ini dipimpin oleh Sekretaris Kota Balikpapan Muhaimin.
Turut hadir Polda Kaltim, Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Balikpapan, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), dan Satuan Tugas MBG Pemkot Balikpapan. Mereka yang selama ini melaksanakan kegiatan MBG di Kota Balikpapan. Muhaimin mencatat beberapa evaluasi penting dari FGD. Perlu beberapa perbaikan agar pelayanan MBG bisa semakin baik.
“Kemudian kami menghindari terjadi makanan-makanan yang tidak layak dikonsumsi,” katanya kepada awak media. Tentu ini membutuhkan koordinasi yang baik agar tercipta keamanan dalam sistem distribusi MBG.
Baca Juga: B-Connect Balikpapan: Satu Aplikasi, 11 Layanan Dishub dari Izin Andalalin hingga Pantau CCTV
Berdasarkan FGD, Muhaimin baru mengetahui total dari 65 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang memiliki izin. Ternyata yang baru dapat memenuhi persyaratan hanya 10 SPPG. “Bahkan dari 10 SPPG, baru 7 SPPG yang punya sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS),” ucapnya. Sertifikat ini dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan. Dia menegaskan, SLHS penting sebagai upaya menjamin higienitas MBG.
Dia berharap, semua SPPG bisa secepatnya memiliki SLHS. “Setidaknya ini menjadi jaminan mulai memasak, menghidangkan, sampai dengan mengirim sesuai dengan kaidah,” sebutnya.
Serta pembahasan teknis seperti soal tata letak dapur dan sebagainya. Dia mengakui masalahnya tidak sederhana seperti yang dibayangkan. Ada banyak hal yang harus diperhatikan dan diawasi supaya saat dikonsumsi oleh anak makanan tetap layak. Lalu saran dari DKK Balikpapan agar makanan tidak dibawa pulang.
Sebab waktu konsumsi akan semakin lama dari saat jam makanan dimasak oleh SPPG. “Ini perlu sosialisasi kepada orangtua, mudah-mudahan anak bisa makan di sekolah saja,” tutupnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki