Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

BGN Kaltim Dorong Pendirian 55 SPPG di Balikpapan, Ada 3 Kecamatan Belum Tersentuh MBG

Dina Angelina • Selasa, 11 November 2025 | 16:22 WIB
AKTIF: Kepala BGN Regional Kaltim Binti Maulina Putri turut mengikuti FGD sinergitas lintas sektor terkait pelaksanaan MBG.
AKTIF: Kepala BGN Regional Kaltim Binti Maulina Putri turut mengikuti FGD sinergitas lintas sektor terkait pelaksanaan MBG.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Badan Gizi Nasional (BGN) berperan besar untuk menjalankan program makan bergizi gratis (MBG) dengan aman dan lancar. Termasuk bertugas mendampingi calon mitra satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

Kepala BGN Regional Kaltim Binti Maulina Putri mengatakan, pihaknya menugaskan sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI) dalam mendampingi SPPG. Khususnya yang sudah berproses di portal mitra.

Mulai dari tahap pengajuan verifikasi hingga persiapan agar bisa menambah pertumbuhan SPPG di Balikpapan. “Tugas kami berat karena untuk Balikpapan saja baru 10 SPPG yang aktif dari total potensi 65 SPPG,” tuturnya.

Tentu jumlah pembentukan SPGG masih jauh dari kebutuhan. Pihaknya berupaya agar SPPG terus bertumbuh di Kota Minyak. Sehingga penerima manfaat MBG semakin meningkat.

“Masih ada 55 SPPG yang potensi belum beroperasi,” sebutnya. Targetnya bisa hadir melayani MBG di Balikpapan Barat, Balikpapan Utara, dan Balikpapan Timur.

“Sebab belum ada satu pun SPPG yang beroperasi di sana,” tuturnya. Tak hanya dari sisi jumlah, kelengkapan SPPG juga menjadi perhatian. Salah satunya sertifikat laik higiene sanitasi yang baru dimiliki 7 SPPG dari 10 SPPG.

Artinya masih berproses pemenuhan sertifikat. “Kami menekan SPPG boleh beroperasi sambil berproses,” imbuhnya. Apabila dalam sebulan tidak ada progres, ada laporan khusus untuk stop operasional.

“Meski sejauh ini belum ada yang tutup operasional, semua mitra kooperatif,” ujarnya. Jika ditemukan makanan basi, pihak sekolah langsung menarik makanan. Alias tidak sampai terdistribusi ke siswa.

“Karena memang tidak layak konsumsi. Jadi standar operasional prosedur (SOP) seperti itu,” tuturnya. Ini pernah terjadi satu kali di Balikpapan dan Samarinda. Dia meminta SPPG menegakkan SOP di semua lini.

Mengingat makanan ini memang suatu rangkaian yang panjang. “Jangan menerima bahan makanan yang tidak sesuai kualitas. Jadi mulai dari awal sudah perlu screening,” imbuhnya.

Pihaknya juga tidak melupakan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). “Saat ini mulai berprogres pembangunan SPPG di wilayah 3T yang tersebar di delapan kabupaten/kota di Kaltim,” tandasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#badan gizi nasional #Makan Bergizi Gratis #kaltim #SPPG #balikpapan