BALIKPAPAN - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Balikpapan turut berpartisipasi dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). Terutama dalam memantau dari sisi ketersediaan bahan pangan.
Mengingat pembagian MBG kepada puluhan ribu siswa tentu berdampak pada peningkatan kebutuhan stok pangan. Baik komoditas harus impor total dan kontribusi dari daerah.
Total ada 12 komoditas penting untuk mendukung MBG. “Impor total ini maksudnya komoditas yang benar-benar kita tidak produksi,” ucapnya. Seperti bawang merah, bawang putih, kedelai, gula, dan minyak goreng.
Sementara komoditas yang ada kontribusi daerah di antaranya beras, cabe besar, cabe rawit, ayam ras, daging sapi, jagung dan telur. Itu pun angkanya masih sangat kecil untuk menyuplai total kebutuhan.
“Misal produksi cabe besar lokal hanya 14,5 persen dan cabe rawit cuma 18,5 persen,” ucapnya. Ini menunjukkan bahwa stok pangan Balikpapan masih bergantung produksi luar daerah.
Berbeda dengan ayam ras, Balikpapan bisa berkontribusi lebih dari 100 persen. Sedangkan telur, kontribusi lokal hanya membantu 8,1 persen. Pihaknya sempat survei ke SPPG Balikpapan Selatan 6.
“Satu SPPG ini saja membutuhkan 212 kilogram telur per hari,” sebutnya. Serta kontribusi lokal untuk komoditas beras terhitung sangat kecil sekali hanya membantu 0,22 persen.
“Lahan pertanian atau sawah yang ada hanya di Teritip, luasnya juga tidak sampai 100 hektare,” imbuhnya. Terakhir yang membutuhkan perhatian adalah stok daging sapi.
Dalam satu tahun, Balikpapan hanya memiliki kontribusi 8.000 kilogram atau 8 ton per tahun. “Sapi yang dibawa ke sini dan dipelihara dalam setahun cuma menghasilkan sekitar 100 ekor saja,” ujarnya.
Dia mengingatkan, antisipasi masalah ini dengan melakukan koordinasi sejak awal. Jangan sampai terjadi inflasi karena kebutuhan berbagai komoditas tadi melonjak signifikan.
Terlebih kebutuhan pangan untuk MBG ini tentu mendorong permintaan konsumsi rumah tangga. Bagaimana menjaga ketersediaan pangan harus dipikirkan dari awal. (*)
Editor : Sukri Sikki