BALIKPAPAN - RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan menggelar forum konsultasi publik dan launching empat proyek perubahan. Sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Kegiatan ini berlokasi di Gedung Awang Tower Jantung Terpadu, Kamis (13/11). Plt. Direktur RSKD Ahmad Jais mengatakan, pihaknya tidak ingin hanya sekadar memberi pelayanan. Namun rumah sakit harus mampu mendengar dan memahami keinginan masyarakat.
Kini RSKD hadir dengan empat inovasi sekaligus yang tertuang dalam proyek perubahan. Semua menjadi solusi atas permasalahan yang kerap muncul selama proses pelayanan di rumah sakit.
Pertama menghadirkan kemandirian dan pelatihan rumah sakit. Dengan judul inovasi Strategi Transformasi Kompetensi SDM Berbasis Kemandirian Internal (SI MANTAP).
Inisiator proyek perubahan dari Wakil Direktur SDM Pendidikan Pelatihan dan Penelitian RSKD Novita Retno Damayanti. Targetnya RSKD bisa memiliki SDM yang mandiri, terakreditasi, dan berkelanjutan RSKD.
Bahkan dari kegiatan ini, RSKD bisa menjadi pusat pengembangan SDM kesehatan di Kaltim. “Semoga inovasi ini tidak hanya memfasilitasi RSKD, tapi juga bermanfaat untuk rumah sakit di Balikpapan dan sekitarnya,” ungkapnya.
Teknisnya melalui SI MANTAP dilakukan pelatihan instruktur internal. Nantinya semua sistem pelatihan terdigitalisasi e-learning dan terintegrasi. Sehingga bisa menjadi satu data.
Inovasi kedua yaitu Satu Pintu Penjaminan Laka Lantas. Cara peningkatan layanan terpadu bagi korban kecelakaan lalu lintas. Ada pun inisiator Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSKD Rosjidah Rahmawati.
Ini peran kolaboratif antara rumah sakit bersama Kepolisian, Jasa Raharja, BPJS Ketenagakerjaan, dan BPJS Kesehatan. “Sehingga memudahkan pasien korban kecelakaan dalam mendapatkan jaminan,” ucapnya.
Selanjutnya inovasi Penguatan Sistem Komunikasi Pelayanan Pasien RSKD (KOMPAS RSKD). Proyek perubahan milik Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSKD Ariesanty Irawaty Marhabang.
Jais menjelaskan, persoalan yang kerap muncul biasanya karena proses komunikasi tidak berjalan baik. Mulai dari pasien, petugas, maupun antar atau lintas bidang.
Sehingga kehadiran KOMPAS RSKD untuk mengatasi masalah tersebut. “Bagaimana komunikasi bisa lebih efektif dalam memenuhi antara keinginan pelanggan dan pemberi pelayanan,” sebutnya.
Dia menyadari komunikasi adalah jantung pelayanan. Pihaknya menghadirkan kanal pelayanan dan pengaduan dalam satu sistem yang terintegrasi. Terakhir ada inovasi bertajuk Holding Mahakam Bersama Sehat Setara.
Proyek perubahan miliknya selaku Wakil Direktur Penunjang sekaligus plt. direktur RSKD. “Ini layanan harmonisasi pengadaan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai,” ungkapnya.
Jais menyebutkan, selama ini terjadi disparitas harga karena pengadaan dilakukan rumah sakit masing-masing. Sehingga harga obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai bisa berbeda antar rumah sakit.
“Belum lagi efek lainnya menimbulkan distribusi tidak merata, keterlambatan pasok, dan berdampak kualitas di lapangan,” tuturnya. Dia berharap, transformasi bisa mulai dilakukan dengan Holding Mahakam.
Ke depan bisa terwujud satu harga untuk obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai. Forum Konsultasi Publik dan launching proyek perubahan diikuti sekitar 100 orang peserta.
Baik internal RSKD dan perwakilan stakeholder. “Semoga forum konsultasi publik ini dapat menghasilkan saran konstruktif yang menjadi dasar perbaikan lanjutan dalam pelayanan RSKD,” bebernya.
Perbaikan pada tata kelola transparan dan meningkatkan kolaborasi lintas sektor. “Lewat Forum Konsultasi Publik ini RSKD menegaskan semangat melayani dengan hati dan mendengarkan dengan empati,” ujarnya.
Pihaknya berkomitmen menjadi rumah sakit kebanggaan Kaltim. “Unggul dalam layanan, inovasi, dan integritas,” tandasnya. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PERSI Kaltim Edy Iskandar, perwakilan direktur rumah sakit di Kota Minyak, dan sebagainya.
Editor : Muhammad Ridhuan