Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

ITK Genjot Kemandirian Ekonomi Warga Balikpapan Utara Lewat Olahan Lele dan Teknologi Tepat Guna

Maria Irham • Jumat, 14 November 2025 | 08:47 WIB

ITK Balikpapan melaksanakan pengabdian masyarakat yang inovatif untuk warga Kampung Banyumas di Jalan Giri Rejo II, Karang Joang. Balikpapan Utara.
ITK Balikpapan melaksanakan pengabdian masyarakat yang inovatif untuk warga Kampung Banyumas di Jalan Giri Rejo II, Karang Joang. Balikpapan Utara.
KALTIMPOST.ID BALIKPAPAN- Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan menegaskan komitmennya dalam peluncuran program pengabdian masyarakat yang inovatif untuk warga Kampung Banyumas di Jalan Giri Rejo II, Karang Joang, Balikpapan Utara.

Menurut Ketua Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITK, Dr. Yunita Triana M.Si., inisiatif ini merupakan wujud nyata kontribusi ITK dalam merespons tantangan sosial ekonomi lokal dengan fokus pada pemberdayaan kelompok ibu rumah tangga melalui sektor perikanan.

Kegiatan ini didanai oleh Pengmas BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025. Program pengmas dengan skema Pemberdayaan berbasis Masyarakat yang bertajuk resmi “Peningkatan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Melalui Pelatihan Usaha Olahan Ikan Lele dan Teknologi Tepat Guna”. Program ini hadir sebagai solusi atas kondisi mayoritas warga Giri Rejo yang masih bergantung pada mata pencaharian sebagai petani atau buruh harian lepas. Target utama kegiatan ini adalah kelompok ibu rumah tangga usia produktif yang belum mandiri secara finansial.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh tim ITK, diketahui bahwa minat warga Kampung Banyumas terhadap usaha berbasis perikanan cukup tinggi, khususnya pada budidaya ikan lele yang menjadi komoditas unggulan daerah tersebut.

Namun demikian, potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena masih terbatasnya keterampilan warga dalam melakukan budidaya dan pengolahan hasil panen ikan lele. Selain itu, akses terhadap pemasaran produk olahan perikanan juga dinilai masih terbatas.

Dari hasil kuesioner yang diisi oleh 18 responden, sekitar 54% warga menyatakan telah mengetahui cara pengolahan ikan lele menjadi produk olahan bernilai jual, namun penerapan teknologi tepat guna dalam proses tersebut masih minim.

Temuan ini menunjukkan perlunya pendampingan dan pelatihan lanjutan bagi masyarakat agar usaha perikanan di Kampung Banyumas dapat berkembang lebih maksimal dan berdaya saing.

 

ITK mengusung dua pilar utama. Pertama, implementasi Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa perancangan dan pelatihan penggunaan Alat Pakan Ikan Lele Otomatis.
ITK mengusung dua pilar utama. Pertama, implementasi Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa perancangan dan pelatihan penggunaan Alat Pakan Ikan Lele Otomatis.

Inovasi Teknologi dan Produk Olahan Jadi Kunci

Untuk mengatasi hambatan tersebut, Tim Pengabdian ITK mengusung dua pilar utama. Pertama, implementasi Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa perancangan dan pelatihan penggunaan Alat Pakan Ikan Lele Otomatis (Prototipe). Alat ini dirancang untuk menghemat waktu dan meningkatkan efisiensi operasional budidaya. Alat canggih ini memungkinkan pengguna mengatur jadwal dan porsi pakan harian secara presisi melalui panel keypad dan layar LCD. Ketika waktu yang telah ditentukan tiba, sistem akan secara otomatis membuka pintu pakan dan mendistribusikan pakan sesuai porsi yang diatur menggunakan linear aktuator dan motor DC. Bahkan, tersedia fitur unggulan berupa koneksi Wifi yang memungkinkan pengguna memantau status pakan dan mengontrol penjadwalan dari jarak jauh melalui aplikasi Telegram, memberikan fleksibilitas waktu yang besar.

“Kedua, jika sebelumnya panen lele hanya dijual mentah, kini warga Kampung Banyumas dilatih untuk mengolahnya menjadi produk bernilai tambah, seperti Nugget Ikan Lele, Abon Leledan  Lele Frozen siap masak, yang diproyeksikan memiliki potensi siap saing di masa depan,” terang Ketua LPPM ITK, Dr. Yunita Triana

“Program ITK ini membekali kami dengan keterampilan yang sangat berharga. Kami sudah bisa membuat frozen lele, Nugget, dan Abon Lele, dan punya harapan besar untuk bisa membentuk usaha mandiri setelah semua modul pelatihan selesai kami terima. Ini adalah modal awal kami,” ungkap salah satu warga Kampung Banyumas.

Tahapan selanjutnya dari program ini adalah pendampingan intensif menuju pembentukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) khusus pengolahan lele. Dalam tahap pelatihan, Tim ITK memberikan modul pembelajaran komprehensif yang mencakup dasar-dasar manajemen usaha, potensi akses permodalan, dan strategi awal pemasaran digital, membekali warga dengan pengetahuan yang dibutuhkan untuk siap bersaing di tahap penjualan.

ITK berharap, dengan sinergi antara teknologi tepat guna dan pelatihan keterampilan usaha, program ini dapat menciptakan model bisnis berkelanjutan yang secara signifikan mampu meningkatkan penghasilan dan mewujudkan kemandirian finansial masyarakat Balikpapan Utara.

Program tersebut salah satu upaya untuk menumbuhkan, mewadahi, dan mewujudkan ide kreatif serta inovatif mahasiswa dibidang pengabdian masyarakat. Pengmas yang dilakukan di kampung banyumas merupakan tim yang terpilih untuk membantu  menyelesaikan permasalahan di masyarakat khusus dalam pakan ikan otomatis dan pengolahan ikan secara efektif.

Tim Pengabdian Masyarakat ini terdiri dari Amalia Rizqi Utami, S.T., M.T., Gevbry Ranti Ramadhani Simamora, S.Pi., M.Si, Amalia Nur Kumalaningrum, S.Si., M.AgrSc, Muhammad Afdil Nurrahman, Natasya Al-Mira Gustika, Salsabila Putri Ramadhan, Hana Sabillah, Ali Rizqi Nurpebrianto, Anggita Sari, Rifki Pramadhani, Muhammad Kholid Saifullah, Akbar Juniarta Shaleh, Muhammad Arrauf Amin, dan Hasbi Ma’Arif. (*)

 

Editor : Maria Irham
#ITK Balikpapan #institut teknologi kalimantan