Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ini Catatan Teknis Dinas Kesehatan Balikpapan Soal MBG, Koordinasi dan Pengawasan Setiap Hari

Dina Angelina • Jumat, 14 November 2025 | 13:41 WIB

PERDANA: Siswa menyantap distribusi MBG saat launching perdana di SD 015 Balikpapan Selatan Februari 2025.
PERDANA: Siswa menyantap distribusi MBG saat launching perdana di SD 015 Balikpapan Selatan Februari 2025.
 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Sejumlah pelatihan sudah diberikan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG). Terutama tenaga kerja yang berada di dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

Kepala DKK Balikpapan Alwiati mengatakan, pelatihan diberikan bukan kepada tenaga teknis atau profesional. Seperti tenaga penjamah makanan hingga tenaga cuci piring.

Dia memberi catatan agar saat SPPG meminta gelaran pelatihan, tidak perlu diikuti ratusan peserta bersamaan sekaligus. Sehingga kegiatan ini bisa lebih fokus dan ilmunya bisa sampai ke peserta.

Pihaknya menerapkan pre test dan post test. “Ketika pelatihan mereka perlu belajar lebih lagi dan kita latih,” ucapnya. Menurutnya jika sampai ratusan orang bisa membuat pelatihan tidak efektif.

Sebaiknya kegiatan dibagi menjadi beberapa kelompok. “Kami juga melibatkan Balai Pom karena ini terkait dengan keamanan pangan yang harus terbebas dari formalin, boraks, dan sebagainya,” bebernya.

Dia menaruh perhatian tentang kualitas makanan yang dimasak pada dini hari. Sementara proses distribusi hingga waktu konsumsi siswa bisa terjadi di siang hari. Maka cara pengemasannya wajib diperhatikan.

“Misalnya masih panas-panas sudah ditutup sampai ke sekolah sudah bau dan basi. Ada proses kondensasi di kotak makanannya,” ungkapnya. Itu hal-hal yang setiap hari selalu diingatkan kepada SPPG. 

Dinas Kesehatan membentuk grup WhatsApp untuk memudahkan pengawasan SPPG. Mengingatkan petugas melaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Selalu menjaga kualitas dalam melakukan pengolahan, pencucian, dan standar sanitasi,” ungkapnya. Hal yang tidak pernah terlupa, SPPG diminta untuk menjaga kebersihan karyawan.

Selain itu, pihaknya telah melakukan orientasi keamanan pangan. Turut mengundang perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), perwakilan sekolah penerima manfaat MBG, dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).

“Sebagai bentuk antisipasi jika suatu saat terjadi kasus yang tidak diinginkan seperti keracunan,” tuturnya. Serta inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) yang dilaksanakan tenaga kesehatan lingkungan kepada seluruh SPPG. (*)

Editor : Duito Susanto
#Makan Bergizi Gratis (MBG) #dinas kesehatan #balikpapan