KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – UPTD Puskesmas Batu Ampar bekerja sama dengan SD Muhammadiyah 2 Balikpapan melaksanakan pelatihan P3K dan penanganan luka, Kamis (13/11). Kegiatan ini bertujuan memberikan pertolongan pertama pada orang sakit/cedera sebelum mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut dari dokter atau petugas kesehatan.
dr Gavrila Odelia Ananda dan Reni Elantiyani S.Kep mempraktikkan tata cara penanganan luka yang benar kepada para siswa.
"Dalam pelatihan P3K ini kami memberikan pemahaman dasar mengenai cara menangani keadaan darurat yang sering terjadi di lingkungan sekolah," ucap drg Nurlin Handaruni Kepala UPTD Puskesmas Batu Ampar
Dalam kegiatan itu materi yang diajarkan meliputi Imobilisasi dengan bidai untuk cedera patah tulang atau dislokasi, agar bagian yang cedera tidak bergerak sehingga tidak menambah cedera dan mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut.
Siswa juga diajarkan cara membersihkan dan membalut luka dengan prinsip aseptik—membersihkan dari dalam ke luar, menggunakan cairan antiseptik yang aman, lalu membalut dengan perban untuk mencegah infeksi.
Materi RJP (Resusitasi Jantung Paru) untuk kondisi henti napas atau henti jantung, dengan kompresi dada efektif sampai bantuan medis tiba agar siswa memahaminya sedari dini.
Selain itu gerakan heimlich maneuver untuk mengatasi tersedak, terutama pada anak-anak yang rentan tersedak saat makan atau bermain juga dipraktikkan.
Hal paling penting yang perlu segera diterapkan di lingkungan sekolah adalah kesiapsiagaan pertolongan pertama. Ini mencakup keterlibatan semua guru dan staf sekolah memahami keterampilan dasar P3K, seperti menangani luka ringan, tersedak, dan memberikan RJP.
Penyediaan kotak P3K yang lengkap dan mudah dijangkau di setiap area strategis sekolah. Hingga membentuk tim kecil kedaruratan sekolah agar ada orang yang siap bertindak saat terjadi insiden.
"Materi diberikan melalui latihan langsung tersebut supaya siswa lebih mengerti dan bisa melakukan langkah-langkah dasar P3K dengan aman baik disekolah maupun dilingkungan rumahnya masing-masing,"pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto