Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sekolah Rakyat Gunakan Sistem Asrama, Kendala Siswa Gakin Jadi Tulang Punggung Keluarga*

Dina Angelina • Senin, 17 November 2025 | 15:29 WIB

Kepala Dinas Sosial Balikpapan Edy Gunawan. (ANGGI PRADITHA/KP)
Kepala Dinas Sosial Balikpapan Edy Gunawan. (ANGGI PRADITHA/KP)

BALIKPAPAN - Balikpapan sudah mengirim empat siswa ke sekolah rakyat. Dua siswa SD dan dua siswa SMA. Sementara ini, sekolah rakyat sudah berjalan di Samarinda. 

Adapun sekolah rakyat ditujukan membantu warga yang tidak mampu. Serta berlaku untuk anak usia sekolah. Meski begitu, kendala dan tantangan dihadapi dalam mencari siswa sekolah rakyat yang tepat sasaran.

“Mereka selama ini menjadi tulang punggung keluarga. Sementara sekolah rakyat harus masuk asrama,” kata Kepala Dinas Sosial Balikpapan Edy Gunawan.

Dia mengakui, anak-anak keluarga kurang mampu ini sebagian besar ‘dimanfaatkan’ oleh orang tua. Misalnya biasa mereka disuruh mencari uang atau nafkah. 

Baca Juga: Balikpapan Ajukan Dua Opsi Lokasi Sekolah Rakyat, Gamang Siapa Tanggung Biaya Operasional

Sehingga untuk menentukan siswa sekolah rakyat memang harus selektif. “Kalau bisa anak-anak yang mau ke sekolah rakyat memang anak yang kondisinya siap, bukan terpaksa,” tegasnya.

Dia khawatir ketika terpaksa dan tidak kuat menjalani sekolah rakyat, mereka bisa kabur dan sebagainya. “Itu justru menjadi masalah baru,” imbuhnya. Namun dia menegaskan, ada pula siswa yang berprestasi dari Balikpapan. 

Dalam memilih siswa sekolah rakyat, pihaknya melakukan asesmen terlebih dahulu. Jika siswa lolos masuk sekolah rakyat, semua kebutuhan sudah terjamin dan mendapat fasilitas gratis. 

Baca Juga: Penerima PKH di Balikpapan Bersiap, Bakal Ada Sosialisasi Perlinsos

“Cuma yang biasa tiba-tiba dekat sama orang tua harus berpisah karena asrama,” tuturnya. Menurutnya kendala terasa untuk jenjang SD. Mengingat usia anak masih terlalu muda banget berpisah dengan orang tua.

Berlaku untuk seluruh jenjang mulai SD, SMP, dan SMA. “Anak harus siap mental. Kalau dari SMP dan SMA mungkin tidak terlalu jadi masalah karena usia sudah besar,” tuturnya.

Terlebih jenjang waktu pendidikan sama dengan sekolah formal. Yakni program pendidikan enam tahun untuk SD, tiga tahun untuk SMP dan tiga tahun untuk SMA. “Perbedaannya hanya karena harus asrama,” pungkasnya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Sekolah Rakyat #balikpapan