KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Adanya peningkatan signifikan pada angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas dalam dua tahun terakhir membuat polisi lalu lintas fokus pada penindakan.
Sebab pelanggaran itu berpotensi kecelakaan. Terdapat tiga kasus kecelakaan lalu lintas, bertambah satu kejadian dari tahun sebelumnya. Meski begitu, jumlah korban jiwa tetap sama, yakni dua orang pada masing-masing tahun.
Pelanggaran lalu lintas meningkat tajam. Pada 2024, tercatat 1.738 pelanggaran yang terdiri atas 788 tilang dan 950 teguran. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan 2023 yang hanya mencatat 571 pelanggaran (440 tilang dan 131 teguran).
“Secara keseluruhan, terjadi lonjakan 1.167 pelanggaran atau sekitar 67 persen dalam satu tahun,” terang Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Anton Firmanto saat memimpin apel Operasi Zebra Mahakam, Senin (17/11/2025).
Operasi berlangsung hingga 30 November 2025 ini bertujuan menekan angka kecelakaan, mengurangi tingkat fatalitas, dan meningkatkan kepatuhan pengendara. Menurutnya, operasi bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi langkah strategis untuk menciptakan lalu lintas yang lebih aman.
Melihat tren tersebut, Polresta Balikpapan menerapkan strategi baru pada Operasi Zebra Mahakam 2025. Penegakan hukum akan lebih menonjolkan tindakan represif melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis maupun mobile, serta tilang manual, terutama bagi pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo