KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Usai kejadian tragis enam anak meninggal dunia di kubangan. Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri mengatakan, pihaknya akan langsung menindaklanjuti dengan memanggil pihak-pihak terkait.
Ini terutama untuk memastikan siapa yang lalai dan bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Sehingga bisa dilakukan antisipasi agar tidak terjadi lagi di masa mendatang.
“Kami akan memanggil pihak-pihak terkait memastikan ada pertanggungjawaban. Mulai dari camat, lurah, pengembang, Disperkim dan Dinas Pekerjaan Umum,” ungkapnya.
Dia berharap nantinya dari pertemuan bisa clear masalah siapa yang bertanggung jawab. Alwi telah mendengar, ada bantahan kubangan ini bukan bagian dari kegiatan perumahan di dekat lokasi tersebut.
“Tapi daerah ini dalam tahap pematangan lahan atau land clearing. Artinya siapa lagi,” ucapnya. Menurutnya tidak ada perumahan lain yang melakukan aktivitas land clearing.
Meski dia sangat meyakini, namun tetap terbuka diskusi. Maka itu perlu dilakukan rapat bersama. “Pastinya kami akan memanggil pengembang untuk menanyakan seperti apa kondisi di lapangan,” ujarnya.
Namun dia tetap menyarankan agar pihak perumahan ikut bertanggung jawab. “Mungkin harus memberikan tali asih kepada keluarga korban,” sebutnya.
Sebagai informasi, enam anak dilaporkan meninggal dunia. Usai tenggelam di area kolam atau kubangan perumahan di Jalan PDAM RT 37, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, Senin (17/11) sore. (*)
Editor : Ismet Rifani