KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pemkot Balikpapan meminta perumahan memasang pagar pembatas pada area-area berbahaya. Imbas kejadian enam anak meninggal akibat tenggelam di kubangan air RT 37 Kelurahan Graha Indah.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan, kolam-kolam baru ini tentu bukan kolam terencana. Sebenarnya tanah kavling, tetapi di sekitarnya dibuat jalan tinggi.
“Kemudian tidak dibuat sodetan ke sungai yang lebih rendah, air hujan menggenang bertahun-tahun dan menjadi seperti kolam,” ujarnya. Bahkan banyak warga yang memancing di sana.
Dia telah menyampaikan kepada BPBD untuk mengimbau penanggung jawab lahan agar memasang pagar sementara. “Kami juga berharap keluarga untuk mengawasi anak-anak,” sebutnya.
Bagus menegaskan untuk perumahan besar, dia meminta agar ada barikade pembatas seperti pagar duri. “Kami minta ada pengamanan tambahan seperti pembatas dan peringatan yang lebih jelas,” imbuhnya.
Sehingga keamanan bisa lebih ditingkatkan. Mengingat sebelumnya sudah ada papan larangan tertulis dilarang bermain, dilarang berenang, dan sebagainya di kawasan tersebut.
“Tapi untuk tiga kolam baru yang sedang dikerjakan, saya minta diberi pembatas tambahan untuk keamanan,” ujarnya. Bagus berharap, musibah ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh warga Kota Minyak.
Pemkot Balikpapan telah mengimbau camat, lurah, dan RT agar terus memantau lokasi-lokasi rawan. “Seperti kolam, area longsor, atau tempat bermain yang berbahaya,” tuturnya.
Bagus menambahkan, pihaknya tidak mau saling menyalahkan. Namun harus ada langkah pencegahan supaya kejadian serupa tidak terjadi lagi. “Melalui Disperkim, BPBD, dan pihak lainnya sudah bertemu,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani