KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat kembali digencarkan di tingkat kelurahan. Peserta dari berbagai RT di Muara Rapak terlihat memadati ruang pelatihan sejak pagi.
Dari total 86 RT, sebanyak 83 kader posyandu hadir dalam agenda peningkatan kapasitas yang digelar Kelurahan Muara Rapak bersama TP-PKK. Pelatihan ini diproyeksikan memperkuat kompetensi kader dalam memberikan layanan kesehatan, terutama menjelang penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang menuntut posyandu lebih komprehensif melayani warga dari bayi hingga lansia.
Baca Juga: Wali Kota Cup 2025 Pecah! Lapangan Sebaru Diserbu 40 Tim Kaltim
Lurah Muara Rapak, Bima Wibisono, menjelaskan bahwa ILP mengubah peran posyandu menjadi lebih luas. Tidak lagi hanya fokus pada bayi dan balita, tetapi juga kelompok prasekolah, remaja, dewasa, ibu hamil, hingga lansia. Karena itu, peningkatan keterampilan kader menjadi sangat penting.
Materi pelatihan mencakup langkah-langkah pelayanan dasar posyandu, mulai prosedur pendaftaran, penimbangan, pengukuran, hingga pencatatan administrasi. “Pencatatan yang baik menjadi poin penting agar perkembangan kesehatan warga dapat terpantau sebelum dan sesudah kunjungan,” ujar Bima.
Kader juga menerima pembekalan penyuluhan kesehatan yang mencakup pemahaman kondisi ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, remaja, hingga lansia. Tujuannya, kader mampu memberikan edukasi tepat sesuai kebutuhan masyarakat.
Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) serta kader TP-PKK Muara Rapak yang membidangi kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Rangkaian Lomba Semarakkan MTQ Ke-53 Tingkat Kota Balikpapan
Bima menambahkan, pelatihan serupa akan terus dikembangkan, termasuk membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk mendukung penurunan angka stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak. “Program prioritas terkait tumbuh kembang anak menjadi fokus agar pencegahan stunting berjalan optimal,” katanya.
Ia berharap seluruh peserta semakin terampil dan memiliki wawasan lebih luas. “Serta mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi