Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Puskesmas Baru Tengah Perkuat Inovasi KLASIK, Gandeng Dunia Kerja dan Sekolah

Supriyono Lupus • Jumat, 21 November 2025 | 18:54 WIB

 

 

SOSIALISASI: Kegiatan skrining petugas UPTD Puskesmas Baru Tengah kepada para siswa SMP 25 Balikpapan dalam sosialisasi usaha berhenti merokok melalui. Kelas Bebas Adiksi Rokok dan Narkoba.
SOSIALISASI: Kegiatan skrining petugas UPTD Puskesmas Baru Tengah kepada para siswa SMP 25 Balikpapan dalam sosialisasi usaha berhenti merokok melalui. Kelas Bebas Adiksi Rokok dan Narkoba.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – UPTD Puskesmas Baru Tengah terus menunjukkan komitmen dalam mendorong perilaku hidup sehat melalui inovasi KLASIK (Kelas Bebas Adiksi Rokok dan Narkoba). Pada 2025 puskesmas memperluas jangkauan program dengan melibatkan dua mitra strategis yaitu Pertamina Transkontinental dan SMP Negeri 25 Balikpapan.

“Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam memberikan edukasi, konseling, serta pendampingan berhenti merokok bagi kelompok usia dewasa hingga remaja,” ucap Kepala UPTD Puskesmas Baru Tengah, drg Rulida Osma Marisya, MARS.

Di Pertamina Transkontinental, pelaksanaan KLASIK mendapat dukungan penuh dari manajemen melalui penyediaan waktu, fasilitas, dan kebijakan internal. Puskesmas memberikan edukasi, konseling terstruktur, dan penarikan komitmen berhenti merokok bagi seluruh peserta. Upaya ini memperkuat terciptanya lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan bebas asap rokok.

Sementara di SMP 25 Balikpapan, program lebih diarahkan pada pencegahan dini. Edukasi bahaya rokok dan vape, penguatan UKS, pelibatan guru BK, hingga kampanye sekolah bebas rokok menjadi strategi utama. Fokusnya adalah membangun pemahaman remaja tentang risiko adiksi, sekaligus meningkatkan kapasitas guru sebagai pendamping utama siswa.

Pendekatan kolaboratif Puskesmas Baru Tengah menunjukkan hasil yang kuat di dua lokasi implementasi. Seperti di Pertamina Transkontinental dari 53 peserta edukasi dan komitmen terdapat 24 orang yang berhasil mempertahankan hidup sehat tanpa rokok atau 45,28 persen, sedangkan yang menyelesaikan rangkaian konseling sejumlah 30 orang.

Di SMP 25 Balikpapan terdapat peserta edukasi 56 siswa atau 100 persen dan berhasil mempertahankan hidup sehat tanpa rokok/vape ada 40 siswa atau 71,4 persen. Dan yang menyelesaikan pendampingan konseling ada 45 siswa.

Menyusul hasil yang baik itu, drg Rulida Osma Marisya, MARS berencana memperluas implementasi KLASIK pada lebih banyak instansi swasta, lembaga pemerintah, sekolah, dan komunitas masyarakat.

“Dengan harapannya budaya hidup sehat dan bebas adiksi dapat menyebar lebih luas di Kota Balikpapan,”terangnya.

Puskesmas juga menekankan pentingnya memperkuat jejaring stakeholder melalui koordinasi dan pertemuan rutin, monitoring dan evaluasi bersama, pengembangan materi edukasi yang adaptif, penyusunan kebijakan internal bebas rokok dan pelatihan kader dan pendidik sebaya.

“Dengan sinergi lintas sektor yang semakin efektif, inovasi KLASIK diharapkan tumbuh menjadi gerakan bersama yang memberikan dampak baik dalam menurunkan angka merokok dan penggunaan zat adiktif di masyarakat,”pungkasnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#Puskesmas Baru Tengah