KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – UPTD Puskesmas Karang Jati kembali menyelenggarakan Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan IV, Kamis (20/11). Kegiatan ini dihadiri Kepala Puskesmas Karang Jati dr Niken Dayu Anggraini beserta jajaran, serta para pemangku kepentingan di wilayah Kelurahan Karang Jati.
Forum ini menjadi wadah evaluasi capaian program kesehatan sekaligus membahas berbagai tantangan dan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, dr Niken menyampaikan bahwa lokakarya mini merupakan agenda wajib yang digelar empat kali setiap tahun. Biasanya dimulai sejak Februari. Rutinitas ini, menurutnya, memiliki peran penting dalam memperkuat fungsi puskesmas melalui kerja sama lintas program dan lintas sektor.
“Pertemuan seperti ini sangat dibutuhkan untuk memantau cakupan pelayanan, mengidentifikasi masalah, mencari solusi bersama, hingga menyusun rencana kerja ke depan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa forum rutin ini juga menjadi sarana memperkuat koordinasi dan komunikasi antar-instansi sehingga pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Lokakarya triwulan IV tahun ini membahas sejumlah isu prioritas yang tengah menjadi perhatian di wilayah Karang Jati. Mulai dari perubahan tarif retribusi, layanan pendaftaran online melalui mobile JKN, program Gratispol dari pemprov, hingga program kesehatan prioritas seperti penurunan kasus stunting, CKG, imunisasi, serta penanggulangan TBC.
Salah satu fokus yang kembali mendapat sorotan adalah persoalan stunting. Dr Niken menegaskan peran ketua RT sangat dibutuhkan untuk mengaktifkan kembali posyandu di wilayah masing-masing agar jumlah balita yang datang semakin meningkat. Dengan begitu, program pemberian makanan tambahan bagi balita stunting dapat berjalan optimal dan menyentuh sasaran.
Ia juga mendorong seluruh pemangku kepentingan menguatkan kontribusi, terutama dalam mendorong partisipasi masyarakat. “Dengan koordinasi lintas sektor yang baik, kita berharap seluruh pihak dapat saling mendukung agar program-program kesehatan berjalan lancar dan mencapai target,” jelasnya.
Menurutnya kolaborasi yang solid antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, tokoh masyarakat, dan seluruh unsur terkait merupakan keberhasilan peningkatan kualitas kesehatan. Ia berharap sinergi yang terbangun dalam lokakarya ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi warga Karang Jati.
“Kolaborasi ini sangat penting untuk mencapai hasil yang optimal. Ketika semua pihak bergerak bersama, masyarakat akan merasakan langsung peningkatan kualitas layanan kesehatan,” pungkasnya. (taw/pms)
Editor : Duito Susanto