KALTIMPOST.ID-Dalam upaya mendorong peningkatan kualitas dan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) menyelenggarakan Penyuluhan Kandungan Gizi bagi puluhan pelaku UMKM binaan.
Kegiatan yang berlangsung di auditorium RSPB pada Senin (24/11) itu dihadiri Vice Director Medical RSPB drg M Husdiari, MARS, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Balikpapan Neny Dwi Winahyu, Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan Alwiati serta Ahli Gizi RSPB Zaranada Yumna, S Gz.
Dalam sambutannya, Husdiari menekankan dalam penyediaan makanan, aspek sanitasi dan kandungan gizi merupakan hal yang paling utama, di samping kemasan, proses memasak, dan rasa.
“Harapannya, makanan yang disajikan bukan hanya membuat kenyang, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Husdiari menjelaskan bahwa fokus pada kesehatan dan gizi itu sejalan dengan peran RSPB di bidang kesehatan.
Edukasi kepada pelaku UMKM di Balikpapan menjadi kontribusi nyata rumah sakit untuk masyarakat.
“Dengan harapan UMKM di Balikpapan bisa meningkatkan kualitasnya dari berbagai aspek. Semakin banyak pelaku usaha sadar akan gizi dan kebersihan, maka peran kami bisa menjangkau lebih luas lagi,” pungkasnya.
Dukungan penuh juga datang dari Pemkot Balikpapan. Melalui Neny, pemerintah menyambut baik inisiatif pelatihan semacam itu untuk menciptakan produk UMKM yang kreatif dan berkualitas.
Neny berharap peserta bisa mengikuti kegiatan dengan serius dan konsisten menerapkan ilmunya.
Ia menekankan pentingnya mengembangkan kreativitas untuk menghasilkan produk olahan yang aman, sehat, dan bernilai ekonomi tinggi.
“Pemkot Balikpapan akan terus mendukung inisiatif yang meningkatkan kapasitas UMKM melalui pelatihan dan kerja sama lintas sektor,” tegasnya.
Senada dengan hal itu, Alwiati menilai penyuluhan seperti itu sangat penting untuk menjamin kualitas produk yang dihasilkan para pelaku UMKM.
“Itu sebagai dukungan UMKM naik kelas. Jadi UMKM kita tidak hanya berproduksi di Balikpapan tapi juga dalam skala nasional dan kualitasnya juga bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya. (pus/rd)
Editor : Romdani.