KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Balikpapan Connectivity (B-Connect) merupakan salah satu upaya mengatasi beberapa permasalahan lalu lintas sekaligus dalam satu aplikasi. Di antaranya parkir liar, simpang yang belum optimal, keterbatasan infrastruktur CCTV, akses aplikasi ATCS yang lambat, hingga transportasi umum yang belum maksimal.
Aplikasi itu tak hanya bermanfaat untuk Dinas Perhubungan (Dishub), melainkan masyarakat luas bisa menggunakan B-Connect. Lewat program itu memastikan data bersifat real time.
“Sehingga menjadi salah satu acuan bagi masyarakat Balikpapan sebelum beraktivitas setiap harinya,” kata Kepala Dishub M Fadli Pathurrahman. Kemudian Dishub akan membangun korelasi dan kolaborasi bersama dengan stakeholder terkait.
“Program itu akan memberikan informasi kepada mitra Satlantas,” sebutnya. Terlebih ketika terjadi pelanggaran lalu lintas di Kota Minyak. Selanjutnya, B-Connect memberikan informasi pemetaan rencana induk jaringan trayek angkutan.
Warga yang ingin mengatur perjalanan untuk melihat perpindahan antar-moda bisa dipantau dari aplikasi. Setidaknya ada empat jenis angkutan yang ada. Mulai angkutan pribadi, umum, online, dan angkutan kota.
“Nantinya akan kita buat per segmen berdasarkan rencana induk jaringan transportasi yang dibangun melalui B-Connect,” bebernya. Jadi B-Connect ke depan lebih berkembang.
Bukan hanya memberikan informasi terkait masalah trafik dan kepadatan. “Tapi setidaknya menjadi contoh kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah bersama dengan instansi vertikal dan mitra strategis,” tuturnya.
Tujuh fokus utama program B-Connect di antaranya penguatan infrastruktur digital, integrasi data transportasi, optimalisasi pengendalian lalu lintas berbasis real time.
Selanjutnya penyediaan layanan informasi publik, digitalisasi penegakan aturan, penguatan kerja sama antar-stakeholder dan merubah budaya masyarakat untuk beralih ke transportasi publik. (*)
Editor : Dwi Restu A