BALIKPAPAN- Dinas Sosial Balikpapan terus berupaya meningkatkan kemandirian perempuan khususnya yang masuk kategori rawan sosial ekonomi (WRSE). Dukungan diberikan melalui program bantuan perlengkapan usaha yang secara resmi disalurkan pada Selasa (18/11) lalu.
Penyaluran bantuan pengembangan ekonomi masyarakat 2025 itu diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Balikpapan, Edy Gunawan kepada 30 penerima di aula Kecamatan Balikpapan Selatan.
Edy menjelaskan bahwa program ini hadir sebagai upaya membantu perempuan untuk mengurangi ketergantungan ekonomi, sekaligus memperkuat kesejahteraan keluarga. “Seluruh penerima adalah mereka yang sebelumnya telah diseleksi dari setiap kecamatan,” jelas Edy.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa sembilan item peralatan usaha seperti kompor gas, baskom mixing bowl, oven kue, panci, pisau dapur, timbangan kue, wajan, termos dan spatula. Dengan total bantuan masing-masing Rp 2 juta.
“Jadi untuk bantuan ini diperuntukkan kepada mereka yang sudah memiliki usaha pembuatan kue, yang membutuhkan peralatan tambahan sehingga usahanya dapat lebih berkembang. Jadi bukan yang baru mau memiliki usaha,” sebutnya.
Edy menyampaikan bahwa kemiskinan sering kali muncul bukan karena tidak ada, tetapi karena rasa tidak cukup yang dirasakan masyarakat. “Untuk itu, penting bagi ibu-ibu penerima manfaat untuk memanfaatkan bantuan secara optimal agar usaha dapat berkembang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Pengelolaan Data, Bahrian menjelaskan bahwa WRSE mencakup perempuan dewasa yang menjadi tulang punggung keluarga. Faktor kemiskinan sering kali menjadi penghalang utama bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kita sudah memiliki data masyarakat rawan sosial, dari data itu kita ambil dari desil 1 hingga 4, kemudian kita lakukan pengecekan ulang atau asesmen yang bekerja sama dengan petugas dari Pusat Kesejahteraan Sosial serta pekerja sosial masyarakat yang ada di setiap kelurahan, untuk memastikan apakah calon penerima memiliki syarat utama yakni memiliki usaha,” jelasnya.
Apabila calon penerima bantuan belum memiliki usaha, sebut Bahrian, Pemerintah Kota akan melakukan bimbingan agar mereka bisa membuka usaha dengan keahlian yang diminati.
“Jadi kita tidak lepas tangan, melainkan akan dibimbing melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian untuk diikutsertakan dalam pelatihan, dan bila sudah siap, akan kita berikan bantuan sesuai dengan yang dibutuhkan,” sebut Bahrian.
Untuk tahun ini, katanya, pemberian bantuan pengembangan usaha untuk WRSE diberikan kepada 30 penerima yang berasal dari 9 kelurahan. “Sebelumnya kami juga telah menyalurkan bantuan pengembangan usaha yang bersumber dari Pemprov Kaltim yang menyasar 150 penerima dan diserahkan pada sekitar Agustus lalu,” terangnya.
Dalam kegiatan penyaluran, dilakukan pula bimbingan teknis (bimtek), membimbing WRSE dengan kiat-kiat menjalankan usaha, agar usaha yang dijalankan dapat berkembang maksimal dan berdampak positif pada kualitas hidup mereka. Selain itu mereka juga mendapatkan pelatihan pengelolaan keuangan yang baik untuk mendukung usahanya.
“Jadi kami ingin agar mereka dapat mengembangkan diri, bagaimana usaha yang dibantu ini walau nilainya kecil tetapi dapat bermanfaat untuk mereka. Kemudian kita ingin mereka bisa mengelola keuangan dengan baik, karena dari pembukuan yang baik tentu dapat membantu peningkatan usaha yang mereka miliki,” tambahnya.
Bahrian menyebut untuk tahun ini dukungan diberikan kepada perempuan yang memiliki usah pembuatan kue. “Ini karena saat kita melakukan asesemen di lapangan, minat dan yang sedang ditekuni kebanyakan adalah pembuatan kue. Namun tidak menutup kemungkinan tahun depan usaha yang akan dibantu berbeda. Tentu kita akan menyesuaikan dengan di lapangan, usaha apa yang lebih mendominasi calon penerima bantuan,” bebernya. (adv/mra/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan