Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Potensi Ekspor Produk Kaltim Terbuka Luas: Kendala Masih Banyak Hanya Kantongi PIRT  

Dina Angelina • Minggu, 30 November 2025 | 11:51 WIB

 

Kepala Export Center Balikpapan Abdullah Umar Bahar.
Kepala Export Center Balikpapan Abdullah Umar Bahar.
 

 

BALIKPAPAN - Beroperasi kurang lebih tiga bulan sejak diresmikan Agustus 2025. Export Center Balikpapan terus meningkatkan sosialisasi kepada UMKM di Kaltim agar membuat produk siap ekspor.

“Setiap bulan kami mengikuti business pitching untuk mengenalkan produk-produk ke pasar,” kata Kepala Export Center Balikpapan Abdullah Umar Bahar. Dia mengakui sosialisasi masih perlu massif alias gencar.

Sehingga nantinya banyak pelaku usaha memanfaatkan kehadiran Export Center Balikpapan. Ada beberapa layanan yang tersedia. Terutama untuk membantu pelaku usaha memenuhi peraturan negara tujuan.

Sebab hal ini yang kerap menjadi kendala bagi pelaku usaha. “Pendampingan UMKM agar bisa mengirim produk ke luar negeri. Apa persyaratan dan dokumen yang dibutuhkan kami bantu,” sebutnya.

Terakhir kali, pihaknya memberi pendampingan pada UMKM di Penajam Paser Utara (PPU). Kali ini dengan produk cocopeat, media tanam organik yang berasal dari serbuk halus sabut kelapa.

Export Center Balikpapan telah melakukan business pitching dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan. Serta mempertemukan langsung antara buyer dan seller.

Akhirnya di Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, berhasil kontrak dengan pembeli dari Taiwan. Bahkan pada pekan lalu, buyer sudah datang dan berkunjung  langsung ke PPU.

“Jadi tinggal kesiapan UMKM untuk memulai ekspor,” imbuhnya. Umar menyebutkan, sebagian besar kendala ekspor untuk produk UMKM dari sisi belum memiliki perizinan lengkap.

Bagi produk makanan, pelaku usaha selama ini hanya mengurus izin pangan industri rumah tangga (PIRT). “PIRT karena sasaran pasar lokal. Itu yang kami dorong untuk mengurus izin minimal BPOM,” tuturnya.

Biasanya ditemukan UMKM dari Tanah Grogot sampai PPU hampir tidak ada yang memiliki izin BPOM. “Apalagi negara tujuan sekarang meminta standar keamanan pangan internasional,” imbuhnya.

Yakni dengan sertifikat hazard analysis and critical control point (HACCP). Umar menambahkan, Kaltim memiliki potensi besar ekspor dari komoditas lada atau merica putih.

Namun kini untuk pasar lada masih terdapat persaingan dengan Vietnam. Khususnya terkait masalah harga dan logistik yang agak mahal. Sehingga produk ini masih bersaing dengan Vietnam. (*)

Editor : Sukri Sikki
#Export Center Balikpapan #produk #potensi ekspor #umkm