BALIKPAPAN - Balikpapan dalam beberapa tahun terakhir berpartisipasi Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG). Ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas tenaga pengajar di Kota Minyak.
Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Balikpapan Supriyani mengatakan, kini telah terbentuk 7 sekolah KSRG. Di antaranya 6 SD dan 1 SMP. “Sekarang ada 2 SMP yang masih antre untuk ujian KSRG,” katanya.
Selain itu, SD 009 Balikpapan Utara telah melalui verifikasi calon Sekolah Rujukan Google (SRG). Kini sedang menunggu hasil. Nantinya menjadi pionir digitalisasi pendidikan di Kaltim.
Ada persyaratan yang harus terpenuhi untuk menjadi sekolah rujukan. Syaratnya 85 persen SDM sudah lulus ujian L1 dan terdapat 50 persen lulus ujian L2. “Minimal 1 guru menjadi trainer,” sebutnya.
Disdikbud Balikpapan menargetkan semakin banyak SRG di Kota Beriman. “Karena memang di era globalisasi ini Kemendikdasmen ingin guru optimal memanfaatkan AI, coding, dan digitalisasi,” bebernya.
Terlebih Pemkot Balikpapan sudah memberi bantuan sarana prasarana untuk mendukung proses belajar mengajar. Seperti ribuan Chromebook kepada siswa. Hingga panel display yang tersedia di setiap kelas.
Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik mengatakan, Pemkot Balikpapan kini terus memperluas ekosistem pembelajaran berbasis teknologi. Tepatnya melalui program Sekolah Rujukan Google.
“Setiap kecamatan ditargetkan memiliki minimal satu sekolah rujukan yang mampu menjadi pusat penerapan praktik baik,” sebutnya. Serta sebagai akselerator pemanfaatan teknologi pembelajaran di wilayahnya.
Harapannya cara ini dapat memperkuat kualitas proses belajar mengajar. “Kemudian membantu peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan masa depan,” ungkapnya.
Dia menegaskan, peningkatan kapasitas guru merupakan fondasi memperkuat kualitas pendidikan. “Kami terus mendorong transformasi digital. Mulai dari penguatan kompetensi pendidik hingga pemanfaatan teknologi pembelajaran yang relevan,” tutupnya. (*)
Editor : Sukri Sikki