KALTIMPOST.ID-Warga Kelurahan Kariangau, Balikpapan kembali menorehkan prestasi membanggakan pada Lomba Bayi Balita Sehat Indonesia (LBSI) tingkat Kecamatan Balikpapan Barat yang digelar baru-baru ini.
Dua wakil dari kelurahan tersebut berhasil menyabet juara pertama dan kedua untuk kategori bayi usia 6–24 bulan.
Juara pertama diraih Khadijah Humaira (11 bulan), putri dari pasangan Irwan Said dan Anggita Ellida Hapni Panggabean.
Sementara juara kedua diraih Nasya Mumtazah (11 bulan), putri dari pasangan Irfan dan Sunita.
Keberhasilan itu menjadi bukti komitmen kuat warga dan tenaga kesehatan Kariangau dalam menjaga kesehatan tumbuh kembang anak.
Bidan UPTD Puskesmas Kariangau Sumarni A Md Keb menjelaskan bahwa prestasi tersebut tidak lepas dari pembinaan intensif yang dilakukan para kader posyandu.
Setiap bulan, kader melakukan penimbangan rutin dan memantau pertumbuhan anak secara konsisten.
Selain itu, edukasi kepada orangtua menjadi langkah penting dalam meningkatkan pemahaman tentang gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta pentingnya stimulasi tumbuh kembang sejak dini.
“Kami menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan dilanjutkan hingga usia dua tahun, serta pemberian MPASI bergizi yang kaya protein hewani,” jelas Sumarni.
Ia menambahkan bahwa kelengkapan imunisasi, Kartu Menuju Sehat (KMS), akta kelahiran, dan kartu keluarga menjadi bagian penting dalam penilaian.
Salah satu pendukung utama kesuksesan Kariangau adalah inovasi Tas Batik Emas (Atasi Balita Stunting dengan Pangan Lokal untuk Generasi Emas), program unggulan Puskesmas Kariangau yang menyediakan makanan tambahan dan penyuluhan bagi seluruh balita.
Program itu merupakan hasil kolaborasi lintas sektor dengan perusahaan di wilayah kerja puskesmas, seperti PT Petrosea, PT PAMA, dan PT PLN Teluk Kaltim (PJB).
“Untuk balita yang mengalami masalah gizi atau anemia, kami berikan makanan tambahan pemulihan selama tiga bulan serta pemeriksaan berkala,” tambah Sumarni.
Prestasi tersebut memberi motivasi bagi masyarakat Kariangau untuk semakin peduli terhadap kesehatan anak.
“Walaupun berada di ujung kota, kami bisa membuktikan bahwa bayi dan balita Kariangau tidak kalah bersaing dengan kelurahan lainnya di Balikpapan Barat,” tutup Sumarni. (pus/rd)
Editor : Romdani.