Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Transformasi Posyandu Balikpapan Selatan Mulai Bergulir, Kader Ungkap Tantangan Baru

Supriyono Lupus • Kamis, 4 Desember 2025 | 19:19 WIB

Ratih (pegang mikrofon) dari Posyandu Mutiara Hati, RT 33, Kelurahan Sungainangka, yang baru saja meraih juara di tingkat provinsi.
Ratih (pegang mikrofon) dari Posyandu Mutiara Hati, RT 33, Kelurahan Sungainangka, yang baru saja meraih juara di tingkat provinsi.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Upaya meningkatkan kualitas layanan bagi keluarga terus digencarkan di wilayah Balikpapan Selatan. Beragam program dan penguatan kapasitas kader kembali digelar untuk memastikan layanan dasar dapat berjalan optimal.

Kegiatan di tingkat kecamatan pun kembali menjadi ruang bertukar informasi dan praktik baik antarkader, termasuk membahas pembaruan model layanan yang kini tengah diupayakan pemerintah.

Fokus pembahasan mengerucut pada penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) dalam kegiatan Posyandu. Langkah ini disosialisasikan melalui kegiatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu yang digelar di Aula Kecamatan Balikpapan Selatan, Selasa (2/12/2025). Kegiatan tersebut melibatkan kader Posyandu, perangkat kelurahan, dan sejumlah stakeholder terkait.

Baca Juga: Ngopi Polda Kaltim di BTV, Warga Diimbau Antisipasi Bencana

Sosialisasi menghadirkan Ratih, kader berprestasi dari Posyandu Mutiara Hati RT 33 Kelurahan Sungainangka. Ia baru saja menorehkan prestasi di tingkat provinsi. Pengalamannya dalam menerapkan enam SPM membuatnya dipercaya menjadi narasumber untuk memberikan gambaran nyata perubahan di lapangan.

Camat Balikpapan Selatan, Muhammad Hakim, menegaskan bahwa peningkatan mutu pelayanan dasar melalui Posyandu merupakan bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan keluarga. Hal ini selaras dengan instruksi pemerintah pusat untuk mendorong lahirnya ILP sebagai struktur layanan primer yang komprehensif.

Dalam pemaparannya, Ratih menjelaskan bahwa Posyandu Mutiara Hati telah menerapkan enam SPM dan menjadi Posyandu terintegrasi ILP. Model ini mencakup seluruh siklus hidup—mulai dari ibu hamil, remaja, balita, hingga lansia—dalam satu layanan terpadu.

Ia memaparkan bahwa transformasi ILP membawa sejumlah penyesuaian, seperti pembaruan plang nama, penyempurnaan struktur organisasi berbasis enam SPM, serta integrasi lintas bidang mulai dari pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, kesehatan, ketenteraman dan ketertiban, hingga sosial.

Di Balikpapan terdapat 1.643 Posyandu yang kini mulai menapaki proses integrasi. Meski demikian, Ratih tidak menampik adanya dinamika di lapangan, terutama terkait penggabungan kelompok maupun sistem kerja yang lama berjalan mandiri.

“Yang biasa sendiri kemudian digabung, pasti menimbulkan dinamika. Namun kita berharap tidak menimbulkan masalah berarti,” ujarnya.

Baca Juga: Jelang Nataru, Ada Sejumlah Insentif bagi Penumpang Angkutan Udara

Ratih juga menegaskan pentingnya legalitas Posyandu—baik berupa hibah, pinjam pakai, maupun dokumen lain—agar keberlangsungan layanan tetap terjamin.

Kecamatan Balikpapan Selatan memastikan pembinaan akan terus dilakukan bersama dinas terkait, mengacu pada enam SPM. Harapannya, kader Posyandu dapat semakin sigap dan optimal dalam mendukung penerapan SPM serta ILP secara menyeluruh. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#transformasi posyandu #balikpapan selatan #Standar Pelayanan Minimal (SPM) #kader Posyandu #Integrasi Layanan Primer (ILP)