KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Jelang pergantian akhir tahun menjadi waktu krusial bagi proyek-proyek pembangunan di Kota Minyak. Sebab sebentar lagi sudah menuju waktu tenggat atau deadline.
Hal ini menjadi perhatian wakil rakyat di legislatif. Wakil Ketua DPRD Balikpapan Yono Suherman mengingatkan agar seluruh proyek bisa rampung sesuai target. Harapannya anggaran bisa terserap maksimal.
“Jadi tidak menumpuk menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) 2025,” katanya. Dia menambahkan, silpa kini telah menjadi perhatian pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.
Dia berharap tak ada lagi catatan Silpa dan serapan anggaran benar-benar optimal. Jika hal ini sampai terjadi, pemerintah pusat bisa menganggap Balikpapan tidak dapat mengelola anggaran dengan maksimal.
“Pemerintah pusat selalu mengingatkan agar anggaran jangan ngendon (tersimpan). Setiap rupiah harus kembali untuk masyarakat,” bebernya. Pihaknya berkoordinasi dengan OPD mendorong percepatan progres proyek.
Yono bercerita, saat ini beberapa proyek masih dalam progres pembangunan. Tentu dengan berbagai kendala masing-masing. Seharusnya tidak menjadi alasan bagi kontraktor untuk merampungkan proyek.
“Minimal proyek kecil dalam jangka pendek bisa selesai sebelum 20 Desember 2025,” sebutnya. Harapannya proyek ini secepatnya bisa dinikmati dan bermanfaat bagi warga Kota Minyak.
Dia meminta masyarakat berpartisipasi dengan ikut mengawasi proyek pembangunan. “Masyarakat adalah elemen penting pengawasan. Berhak memberi masukan jika terdapat pekerjaan yang tidak sesuai,” tutupnya. (*)