KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Meski organisasi perangkat daerah (OPD) mengalami keterbatasan anggaran usai pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD), Disperkim tetap menjadikan program peningkatan rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai prioritas.
Sehingga program bantuan kepada warga tidak mampu ini tetap berjalan tahun depan. Kepala Disperkim Rafiuddin mengatakan, program peningkatan RTLH tahun ini juga sudah rampung untuk 100 unit rumah.
“Alhamdulillah sudah berjalan semua tahun ini dan program kita lanjutkan tahun 2026,” katanya. Walaupun dengan adanya TKD, Disperkim berupaya agar peningkatan RTLH tetap bisa berjalan maksimal.
Mengingat program ini merupakan salah satu tugas pokok utama Disperkim. Bagaimana meningkatkan RTLH yang masih dimiliki masyarakat bisa menjadi hunian yang layak.
Pihaknya menargetkan tahun depan alokasi anggaran dengan kuota 100 unit rumah lagi. “Anggaran kurang lebih Rp 3 miliar. Setiap rumah mendapat bantuan Rp 30 juta,” ucapnya.
Rafi menyebutkan, saat ini total RTLH sebesar 5.656 unit di Kota Minyak. Walau dengan anggaran yang terbatas, pihaknya berupaya program ini masih berjalan untuk membantu masyarakat.
“Seharusnya tahun depan kami target bisa beri bantuan RTLH untuk 151 unit rumah. Tapi karena pengurangan anggaran, kam maksimalkan bantuan untuk 100 unit,” bebernya.
Dia berharap dalam APBD perubahan atau APBD tahun depan mendapatkan alokasi anggaran untuk penanganan RTLH. Tercatat capaian penyediaan rumah layak huni sampai 2024 sebanyak 266 unit dari target 517 unit.
Tantangan yang dihadapi saat ini belum seluruh data RTLH terverifikasi dan masuk kriteria penerima bantuan. “Sebagian besar pemilik RTLH merupakan warga tidak mampu (MBR) untuk memperbaiki rumah sendiri,” tuturnya.
Kemudian tantangan RTLH karena belum optimal pemberdayaan masyarakat, keterlibatan CSR, swasta dan akademisi. Sebagai upaya solusi, perbaikan RTLH dilakukan melalui program program perumahan dan kawasan permukiman kumuh.
“Kami berupaya kolaborasi dengan pemerintah provinsi dengan mengusulkan bantuan RTLH ke provinsi melalui bantuan keuangan,” tuturnya. Harapannya bisa mencari sumber dana lain selain APBD kota. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo