KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) biasanya terjadi peningkatan harga kebutuhan pokok. Maka Pemkot Balikpapan mengimbau warga Kota Minyak agar cerdas dan bijak dalam berbelanja.
Ini tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Nomor 500/3191/SETDA. Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, langkah belanja bijak dan cerdas ini untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Serta ketersediaan pasokan bagi masyarakat menjelang Nataru. Rahmad meminta kepada camat dan lurah untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang berbelanja bijak dan cerdas tersebut.
“Cukup dengan berbelanja sesuai kebutuhan, tidak berlebih-lebihan dalam memenuhi kebutuhan pokok,” katanya. Termasuk tidak menimbun barang atau bahan makanan.
“Silakan membandingkan harga yang diperlukan untuk memperoleh harga terbaik,” ucapnya. Rahmad juga mengimbau agar pelaku usaha berpartisipasi menyelenggarakan pasar murah.
Berlaku untuk BUMN/BUMD, toko, swalayan, dan distributor. Ketentuan pasar murah yakni tidak menaikkan harga bahan pokok. “Dilarang melakukan penimbunan terhadap bahan pokok penting dan strategis,” sebutnya.
Jika terjadi penimbunan dan membuat kelangkaan bahan pokok, dampaknya bisa terjadi gejolak kenaikan harga dan keresahan sosial masyarakat. Kemudian dilarang menjual produk-produk yang sudah kadaluarsa.
Dia meminta pelaku usaha tidak melakukan hal lainnya yang menimbulkan kerugian dan pelanggaran terhadap peraturan dan ketentuan yang berlaku. “Kami berharap masyarakat memahami dan menjadi perhatian,” tuturnya.
Sembari pemerintah juga tetap melakukan pengawasan dengan keberadaan satgas pengendali inflasi daerah. Mereka yang setiap saat melakukan pemantauan ketersediaan bahan pokok dan harga di pasaran. (*)