KALTIMPOST.ID-Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perdagangan (DKUMKMP) Balikpapan mulai mempersiapkan pelaksanaan kegiatan Business Matching 2025 yang akan mempertemukan pelaku UMKM dengan mitra usaha, lembaga pembiayaan, serta sektor industri.
Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat akses pasar dan membuka peluang kerja sama komersial bagi pelaku usaha lokal.
Rapat persiapan dilaksanakan Senin (8/12) di ruang pertemuan DKUMKMP Balikpapan, dipimpin Kepala Bidang Teknologi dan Sumber Daya Industri Tonny Hartono bersama tim pelaksana.
Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah aspek teknis mulai dari jadwal kegiatan, sistem registrasi peserta, mekanisme pertemuan bisnis, hingga ketersediaan sarana pendukung agar pelaksanaan dapat berjalan lebih efektif dan inklusif.
Tonny menyampaikan, kegiatan Business Matching tahun ini menargetkan 75 mitra usaha dan 50 pelaku UMKM untuk terlibat langsung dalam proses temu bisnis.
Pemerintah berharap kegiatan tersebut tidak hanya mempertemukan penjual dan pembeli, tetapi menghasilkan nota kesepahaman (MoU) nyata antara UMKM dan calon mitra.
“MoU diharapkan menjadi pintu masuk produk lokal ke pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat jejaring bisnis dan meningkatkan kapasitas pelaku usaha,” ujarnya.
Business Matching dijadwalkan berlangsung Rabu (10/12) di Nusantara Grand Ballroom MaxOne Hotel Balikpapan.
Acara itu menjadi wadah fasilitasi komersial yang akan mempertemukan UMKM dengan offtaker, distributor, lembaga pembiayaan, sektor industri, hingga instansi pemerintah.
Melalui pola temu langsung tersebut, pelaku usaha diberi ruang mempresentasikan produk, menjajaki peluang pasokan rutin, serta membangun kemitraan jangka panjang.
Tonny menambahkan, peserta UMKM dianjurkan membawa lebih banyak varian produk untuk meningkatkan kesempatan bertemu calon pembeli potensial.
“Peserta harus proaktif. Momentum ini bukan hanya tampil, tapi meyakinkan mitra bahwa produk lokal Balikpapan layak masuk pasar lebih besar,” tegasnya.
Selain temu bisnis, kegiatan Business Matching juga akan memberikan penghargaan kepada pelaku industri kecil, menengah, dan besar yang konsisten melaporkan data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemkot terhadap pelaku usaha yang mendukung validitas data industri sebagai dasar penguatan kebijakan sektor UMKM.
Melalui rangkaian agenda itu, DKUMKMP Balikpapan berharap pertumbuhan UMKM semakin kuat, pasar makin terbuka, dan kontribusi sektor usaha kecil terhadap perekonomian daerah dapat meningkat signifikan. (pus/pms/rd)
Editor : Romdani.